Scott McTominay Bersinar, Napoli Ditahan Roma 3-3

Scott McTominay akhirnya membuka rekening golnya di Serie A musim ini, tetapi torehan itu belum mampu mengantar Napoli meraih kemenangan penuh. Dalam laga yang berlangsung di Stadio Diego Armando Maradona, Napoli harus puas berbagi angka 3-3 dengan Roma setelah dua kali kehilangan keunggulan di menit-menit akhir.

Hasil ini terasa menyakitkan bagi tuan rumah, sebab mereka sempat memimpin dua gol sebelum lini belakang Roma bangkit. Bagi publik Naples, pertandingan ini sekaligus menjadi penanda kembalinya sang gelandang Skotlandia ke performa terbaik setelah sebulan lebih menepi karena masalah jantung. Namun bagi Roma, malam itu justru melahirkan cerita lain: kebangkitan Matías Soulé dan ketangguhan Leonardo Balerdi di jantung pertahanan.

Jalannya Laga: Tiga Percobaan McTominay, Satu Gol Tercipta

Momen paling menarik terjadi pada menit ke-48. McTominay seolah menolak meninggalkan lapangan tanpa gol. Sundulannya dari jarak dekat sudah tampak melewati garis gawang, tetapi kiper Roma, Pierluigi Gollini, berhasil menyapu bola keluar. Bola pantul kembali ke kepala McTominay, ia menyodorkannya lagi ke arah gawang, dan Gollini masih bisa menepis. Baru pada percobaan ketiga, setelah berdiri tegak, ia melepaskan tembakan keras yang benar-benar menggetarkan jaring.

Ketiga upaya itu hanya dihitung sebagai satu gol, tetapi cukup membuat Napoli unggul 2-0 setelah sebelumnya Frank Anguissa membuka keunggulan lewat sepakan akrobatik yang indah. McTominay pun langsung menghampiri Matteo Politano untuk berterima kasih atas umpan yang mengawali gol tersebut.

Sebelumnya, Napoli sebenarnya berpeluang menambah keunggulan. Mathías Olivera sempat melepaskan tembakan dari jarak sangat dekat, namun bola masih bisa disapu bek Roma di garis gawang ketika kedudukan 1-0. Di sisi lain, Bryan Cristante hampir memperkecil ketertinggalan andai sepakannya tidak membentur tiang.

Kendali Napoli runtuh setelah Matías Soulé memperpendek jarak pada menit ke-69. Berawal dari pertukaran umpan satu-dua dengan Donyell Malen, ia melepaskan tembakan presisi ke sudut bawah gawang dari luar kotak penalti. Lima menit berselang, bek tengah Leonardo Balerdi menyamakan kedudukan lewat sundulan keras memanfaatkan situasi bola mati. McTominay kembali menjawab dengan penyelesaian luar biasa dari jarak hampir 30 yard, menempatkan bola di dalam tiang dekat setelah Roma gagal menyapu bersih bola hasil percobaan Leonardo Spinazzola. Namun pada menit ke-89, umpan silang Wesley kembali disambut Balerdi untuk menyamakan skor untuk kedua kalinya.

Latar Belakang: Napoli Terpuruk Tanpa Scott McTominay

Penampilan gemilang ini menjadi puncak dari proses pemulihan yang tidak mudah. Sepanjang September, McTominay absen total karena harus menjalani prosedur ablasi untuk memperbaiki detak jantung tidak teratur atau aritmia. Pihak klub menyebut kondisi tersebut ringan dan jinak, serta menegaskan bahwa tindakan medis yang dijalani berjalan sukses.

Tanpa dirinya, Napoli kehilangan keseimbangan di lini tengah. Dua laga pertama setelah ia kembali pun berakhir buruk: kekalahan dari Villarreal dan dari Venezia, tim yang saat itu menghuni dasar klasemen Serie A. Rangkaian itu membuat Partenopei mencatatkan lima kekalahan dari sembilan pertandingan pertama di semua kompetisi, dan memunculkan spekulasi mengenai masa depan Massimiliano Allegri di kursi pelatih.

Sepekan kemudian, situasinya berbalik. Dua gol McTominay di pertengahan pekan membantu Napoli meraih kemenangan pertama mereka di Liga Champions musim ini, 4-3 atas Bodø/Glimt. Pada akhir pekan, ia kembali menjadi pembeda saat menghadapi Roma yang belum terkalahkan. Dampak kehadirannya bagi permainan Napoli memang sulit dibandingkan dengan periode ketika ia harus menonton dari pinggir lapangan.

Dampak: Modal Napoli Memperbaiki Posisi di Klasemen

Mencetak tiga gol ke gawang Roma bukan pencapaian kecil. Sebelum laga ini, tim asuhan Gian Piero Gasperini hanya kebobolan tiga gol dalam tujuh pertandingan Serie A sebelumnya secara total. Artinya, Napoli melakukan sesuatu yang belum mampu dilakukan tim lain sepanjang musim ini terhadap pertahanan Roma.

Hasil imbang ini memang membuat Napoli tertahan di posisi ke-10 dengan koleksi 11 poin dari delapan laga, sementara Roma menempati peringkat ketiga dengan 18 poin. Namun secara permainan, ada banyak hal positif yang bisa dijadikan pijakan. Dengan McTominay kembali bugar, peluang Napoli memperbaiki posisi dan setidaknya bersaing untuk zona empat besar tetap terbuka lebar.

Yang menarik, sepekan sebelum laga ini publik masih mempertanyakan apakah Kevin De Bruyne bisa diarahkan mengambil peran lebih dalam sesuai keinginan Allegri, sehingga memberi ruang bagi McTominay untuk bermain lebih ke depan. Pertanyaan itu seolah terjawab dalam dua pertandingan terakhir, ketika keduanya menunjukkan tanda-tanda kemitraan yang saling melengkapi.

Kebangkitan Soulé dan Ketangguhan Balerdi di Kubu Roma

Bagi Roma, malam di Naples terasa seperti panggung penegasan bagi Soulé. Penyerang muda Argentina berusia 23 tahun itu tampil sebagai salah satu motor tim dan mencetak gol yang dinilai Gasperini sebagai sesuatu yang istimewa. Datang dari Frosinone pada musim panas 2024, ia sempat dicap hanya sebagai pelapis Paulo Dybala karena performanya naik-turun, tetapi musim ini ia mulai melangkah keluar dari bayang-bayang seniornya di tim nasional.

Sejak sebulan terakhir, ada peningkatan yang cukup jelas. Ia mencatat debut di tim senior Argentina, lalu menyumbang dua assist dalam kekalahan dramatis dari Real Madrid di Liga Champions. Menanggapi penampilannya melawan Napoli, Gasperini menyebut Soulé sedang berada di puncak karier dan menjadi penggerak tim. Ia juga menilai kecepatan kaki dan langkah pemainnya itu mengingatkan pada hal-hal yang biasa dilakukan Lionel Messi.

Balerdi menjadi sorotan lain. Bek asal Argentina yang dipinjam dari Marseille dengan opsi pembelian itu menyumbang dua gol penyama kedudukan. Gasperini menjelaskan bahwa salah satu strategi Roma di bursa transfer adalah memburu pemain yang dianggap pemimpin di klub sebelumnya, dan menyebut Marten de Roon sebagai contoh serupa. Bertepatan dengan itu, gelandang Belanda yang memakai ban kapten itulah yang mengirim umpan bagi gol pertama Balerdi.

Allegri Meradang dan Harus Meninggalkan Bangku Cadangan

Di sisi lain, suasana hati Allegri jauh dari tenang. Ia diusir dari bangku cadangan setelah Roma mencetak gol ketiga. Meski sempat mengaku tidak tahu alasan pengusiran tersebut, ia terdengar di luar ruang ganti menyiratkan bahwa tim lawan mendapat perlakuan menguntungkan dari wasit. La Gazzetta dello Sport melaporkan protesnya yang menyinggung soal tiket Liga Champions musim lalu.

Klaim itu tergolong berani. Milan, yang hampir sepanjang musim bertahan di empat besar dan lama menjadi pesaing terdekat Inter dalam perburuan scudetto, gagal lolos ke Liga Champions karena selisih satu poin setelah hanya mengumpulkan tujuh angka dari delapan laga terakhir. Allegri juga memutus wawancara bersama Dazn dengan alasan bahwa untuk pertama kalinya dalam 25 tahun ia tidak cukup jernih untuk membahas pertandingan tersebut. Pernyataan yang, mengingat rekam jejaknya, tentu mengundang tanya.

Alih-alih menyalahkan wasit, kritik Allegri mungkin lebih tepat diarahkan ke lini belakangnya sendiri. Dalam proses terciptanya gol ketiga Roma, Sam Beukema jatuh ke tanah setelah berbenturan dengan Balerdi di luar duel bola. Tayangan ulang menunjukkan kontak ringan antara lengan, meski pemain Napoli itu terlihat memegang tulang rusuknya. Andai ia tetap berdiri dan terus menjaga Balerdi, gol penyama kedudukan itu mungkin bisa dicegah. Ia baru bangkit terlambat, lalu kembali terjatuh setelah melihat bola masuk.

Penutup

Laga 3-3 ini menyajikan hampir semua hal yang dicari penonton: gol-gol indah, drama, ketegangan di pinggir lapangan, dan dua tim yang sama-sama menolak menyerah. Bagi Napoli, kekecewaan karena kehilangan dua poin bercampur dengan optimisme setelah McTominay membuktikan bahwa dirinya kembali dalam kondisi terbaik.

Tantangan berikutnya jelas: mempertahankan ketenangan dan konsentrasi hingga peluit akhir, seperti yang ditunjukkan McTominay saat terus menggedor gawang dalam satu momen yang sama. Napoli punya kualitas untuk bangkit dari posisi ke-10, tetapi mereka perlu bertahan sedikit lebih lama agar hasil imbang tidak lagi berubah menjadi kehilangan poin.