Transfer Deadline Day: Villa dan Newcastle Borong Pemain

Pada transfer deadline day, Aston Villa mengumumkan dua rekrutan anyar sekaligus: Ibrahim Mbaye dari Paris Saint-Germain dan Taylor Harwood-Bellis dari Southampton. Manajer Unai Emery percaya bahwa perombakan besar-besaran yang dilakukan klub pada bursa transfer musim panas ini bakal membuat Villa mampu mengulang kesuksesan mereka dalam beberapa musim terakhir. Dengan tambahan dua nama baru tersebut, komposisi skuad Villa di musim ini jelas jauh berbeda dibanding musim lalu.

Kepercayaan diri Emery tentu bukan tanpa dasar, meski Villa baru saja kalah dalam dua pertandingan Premier League musim ini. Sebab, dalam tiga musim terakhir, Villa dua kali lolos ke Liga Champions dan baru saja memenangkan trofi besar pertama mereka dalam 30 tahun lewat gelar Liga Europa. Hari terakhir bursa transfer musim ini pun menjadi momen penting tidak hanya bagi Villa, tetapi juga bagi Newcastle United yang sukses mengamankan target utama mereka di menit-menit akhir.

Aston Villa Resmi Gaet Mbaye dan Harwood-Bellis

Mbaye, pemain sayap berusia 18 tahun, diboyong dari PSG dengan biaya transfer £47 juta, sedangkan Harwood-Bellis datang dari Southampton senilai £25 juta. Kedua pemain ini menjadi rekrutan kesembilan dan kesepuluh Villa pada jendela transfer musim panas ini. Jumlah tersebut menunjukkan betapa agresifnya Villa membangun ulang skuad setelah ditinggal banyak pemain inti.

Kepergian para pilar utama itu memang tidak bisa dihindari. Villa telah meraup lebih dari £300 juta dari penjualan sembilan pemain, enam di antaranya merupakan starter saat menjuarai Liga Europa di Istanbul pada Mei lalu. Morgan Rogers, Ollie Watkins, Ezri Konsa, Youri Tielemans, Lucas Digne, dan Emiliano Martínez semuanya telah meninggalkan Villa Park dalam beberapa pekan terakhir, dengan Rogers dan Martínez yang pindah ke Chelsea.

Di Balik Perombakan Besar-besaran Villa

Salah satu kepergian paling menonjol adalah Ollie Watkins yang hijrah ke Al-Hilal, klub Liga Arab Saudi, dengan nilai transfer £50 juta. Watkins mengambil keputusan itu setelah menolak tawaran kontrak baru dari Villa, dan kepergiannya memaksa klub bergerak cepat mencari pengganti. Villa pun merekrut Nicolas Jackson dengan biaya awal £47,5 juta yang bisa meningkat menjadi rekor klub sebesar £65 juta.

Sebelumnya, Villa juga sudah memecahkan rekor transfer klub ketika mendatangkan Johan Manzambi dari Freiburg dengan nilai £52 juta. Namun gelandang asal Swiss itu belum menjalani debutnya karena masih memulihkan diri dari cedera lutut yang ia alami saat Piala Dunia. Kondisi inilah yang mendorong Villa untuk terus menambah amunisi di hari terakhir bursa transfer.

Keyakinan Emery dan Misi Zion Suzuki

Setelah kekalahan 1-0 dari Arsenal di kandang pada Senin, Emery tetap berbicara dengan nada optimis. “Kami senang dengan cara kami menutup bursa transfer,” ujar manajer asal Spanyol tersebut. “Kami tidak menyesali apa pun dan para pemain yang bergabung seharusnya sudah cukup untuk membangun kembali tim dengan struktur yang kami inginkan. Saya pikir kami sudah mengganti para pemain sesuai rencana.”

Di sisi lain, kiper baru Villa, Zion Suzuki, yang dibeli dari Parma dengan nilai £30 juta, menjalani debutnya saat melawan Arsenal. Kiper berusia 24 tahun itu mengaku tugasnya menggantikan Martínez adalah sebuah “tantangan yang bagus”. Suzuki juga mengungkapkan bahwa prioritas utamanya adalah mendapat menit bermain, sehingga ia memilih pindah ke Villa setelah rencana bergabung dengan PSG batal di tahap akhir.

“Pada akhirnya saya di sini dan bermain untuk Villa. Saya hanya ingin datang ke klub ini,” kata Suzuki. “Ada begitu banyak ekspektasi. Tidak mudah bermain setelah Martínez, tetapi saya ingin membantu tim dan menjadi seperti dia.” Ia menambahkan, pengalaman bermain di Belgia selama satu tahun dan dua tahun di Serie A bersama Parma membuatnya percaya diri, dan sekarang ia menantikan Liga Champions sambil berharap meraih kemenangan Premier League pertamanya untuk membangun momentum.

Newcastle Amankan Target Utama: Matias Fernandez-Pardo

Newcastle United sukses menutup bursa transfer yang mereka sebut “transformatif” dengan mendapatkan target utama sejak Mei, hanya beberapa jam sebelum jendela transfer ditutup. The Magpies resmi merekrut penyerang asal Belgia, Matias Fernandez-Pardo, dari Lille dengan nilai £51 juta. Keberhasilan ini dianggap sebagai pencapaian besar dan memicu perayaan di level manajemen klub.

Fernandez-Pardo, yang berusia 21 tahun, menjadi rekrutan kedelapan Newcastle pada bursa transfer yang juga diwarnai pergantian manajer dari Eddie Howe menjadi Matthias Jaissle. Selain itu, tiga nama terbesar Newcastle — Anthony Gordon, Sandro Tonali, dan Bruno Guimarães — telah dijual dengan total nilai mendekati £250 juta. Direktur olahraga Newcastle, Ross Wilson, mengaku tetap menjaga komunikasi dengan pihak Fernandez-Pardo sepanjang bursa transfer berjalan.

“Matias adalah contoh nyata bagaimana bursa transfer bisa berlangsung penuh lika-liku,” kata Wilson. “Pada Mei lalu dia adalah target utama kami dan kami selalu terhubung dengannya. Kini di akhir bursa transfer, dia menjadi tambahan kedelapan bagi Newcastle United yang diperbarui, dan kami sangat antusias menyambutnya.” Wilson juga mengakui bahwa banyak jam kerja yang dihabiskan untuk menyelesaikan kesepakatan ini, tetapi ia yakin dengan profil pemain yang memiliki kecepatan, intensitas, dan etos kerja berlimpah itu.

Jaissle dan Keunggulan Fernandez-Pardo

Pergerakan Fernandez-Pardo yang sulit dibaca serta kemampuannya bermain sebagai gelandang serang (No 10), penyerang tengah (No 9), atau sayap kiri menjadi alasan Newcastle begitu sabar menunggunya. Pelatih Matthias Jaissle menyebut pemain Belgia itu punya kualitas teknis tinggi dan daya ledak dalam permainannya. “Dia bisa mencetak gol dan memberi assist, dia punya keberanian dan kemampuan melewati pemain lawan,” ujar Jaissle.

Sejak tiba di Tyneside pada awal Agustus, Jaissle telah mendatangkan tiga pemain kunci: Amar Dedic (£39 juta), Nico González (£52 juta), dan kini Fernandez-Pardo. Sang pemain sendiri mengaku tidak ragu sedikit pun untuk bergabung setelah berbicara dengan pelatihnya. “Saya sangat senang berada di sini dan bangga berada di klub besar seperti ini,” kata Fernandez-Pardo, seraya menyebut kepindahan ini masuk akal untuk perkembangan kariernya. “Saya tidak sabar memulai petualangan indah di sini.”

Transfer Deadline Day: Perpindahan Lain yang Tak Kalah Menarik

Selain dua klub besar di atas, sejumlah tim Eropa juga sibuk bergerak pada hari terakhir bursa transfer. Beberapa kesepakatan penting berhasil dituntaskan dalam hitungan jam sebelum jendela transfer ditutup. Berikut rangkuman perpindahan pemain yang paling menyita perhatian pada hari terakhir bursa transfer musim ini.

  • Barcelona mengonfirmasi perekrutan permanen Gabriel Jesus dari Arsenal dengan biaya yang diperkirakan mencapai €10 juta (sekitar £8,6 juta). Striker Brasil itu hadir menyaksikan kemenangan 5-2 Barcelona atas Rayo Vallecano pada Senin malam setelah kesepakatan tercapai akhir pekan lalu.
  • Harvey Elliott dipinjamkan Liverpool ke Valencia, sementara Beto pindah dari Everton ke Fiorentina dengan nilai £15,5 juta.
  • Kevin Danso bergabung dengan Sunderland dengan status pinjaman selama satu musim dari Tottenham, dengan rencana transfer permanen senilai £25 juta pada musim panas mendatang.
  • Fulham menuntaskan transfer Manuel Ángel dari Real Madrid, setelah sebelumnya mendatangkan César Palacios dan Gonzalo García dari raksasa Spanyol tersebut.
  • Nick Woltemade, yang dibeli Newcastle dari Stuttgart seharga £70 juta pada Agustus tahun lalu, dipinjamkan ke Juventus selama satu musim karena dinilai kurang cocok dengan skema permainan intensitas tinggi Jaissle.

Dari deretan kesepakatan tersebut, terlihat bahwa klub-klub dari berbagai liga sama-sama sibuk merombak skuad di menit-menit akhir. Gabriel Jesus menjadi salah satu kejutan terbesar karena ia tercatat sebagai pemain ke-12 yang memenangkan gelar Premier League bersama dua klub berbeda, setelah sebelumnya sukses dengan Manchester City. Sementara itu, nasib Woltemade menunjukkan bahwa keputusan belanja besar tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Penutup

Hari terakhir bursa transfer musim ini benar-benar ditutup dengan berbagai kejutan dan perombakan besar. Aston Villa dan Newcastle sama-sama menuai hasil sesuai rencana, sementara Barcelona, Fulham, dan sejumlah klub lain juga aktif bergerak di jam-jam terakhir. Kini publik tinggal menantikan apakah para rekrutan baru ini mampu langsung memberikan dampak di tengah persaingan ketat Premier League dan kompetisi Eropa.

Bagi Villa, dua kekalahan beruntun di awal musim menjadi pekerjaan rumah besar bagi Emery. Di sisi lain, Newcastle harus segera menemukan ritme terbaik di era baru tanpa Eddie Howe. Namun satu hal yang pasti: kedua klub sudah menunjukkan ambisi besar lewat belanja pemain di bursa transfer musim panas ini, dan hasilnya kini tinggal dibuktikan di lapangan.