Category Archives: parlay

Kekalahan Manchester City: Tanda Bahaya Era Enzo Maresca

Kekalahan Telak yang Membuka Era Baru

Manchester City mengawali era Enzo Maresca dengan hasil yang jauh dari ideal. Arsenal menghancurkan City dengan skor 3-0 pada laga Community Shield yang berlangsung di akhir pekan. Sepanjang pertandingan, City tampil berantakan, terbatas saat menyerang dan kacau saat bertahan.

Tentu saja, ada sejumlah catatan yang meringankan kekalahan ini. Beberapa faktor berikut perlu dipertimbangkan sebelum menarik kesimpulan terlalu jauh:

  • Community Shield hanyalah ajang pembuka musim, dan sejak 2018 tidak ada klub yang berhasil menjadi juara liga setelah memenangi trofi ini.
  • Lawan yang dihadapi adalah juara bertahan Liga Primer yang menjalani pramusim jauh lebih ringan dibandingkan perjalanan tim sendiri.
  • Lini tengah City belum menemukan bentuk terbaiknya karena proses transfer Rodri ke Barcelona masih berjalan.

Meski demikian, fakta bahwa City kalah telak tetap sulit diabaikan begitu saja. Arsenal tampil dengan kesegaran yang mengesankan, dan umpan-umpan pendek mereka mengalir cepat serta rapi, sesuatu yang tidak selalu terlihat pada musim lalu. Kekhawatiran bahwa Arsenal akan kehilangan gairah setelah memutus puasa gelar 22 tahun tampaknya berlebihan, meski ujian yang jauh lebih berat masih menanti.

Tantangan Berat Enzo Maresca Menggantikan Guardiola

Menggantikan pelatih sekaliber Pep Guardiola memang tidak pernah mudah, dan banyak klub telah membuktikan hal itu. Bukan hanya karena reputasi Guardiola yang sangat besar, tetapi juga karena gaya bermainnya yang begitu khas sehingga proses transisi pasti berjalan rumit. Enzo Maresca pernah menjadi asisten Guardiola di City pada musim 2022-23, tetapi gaya sepak bolanya tidak sepenuhnya identik dengan sang mentor.

Guardiola dikenal sebagai pelatih yang terus berevolusi, sehingga cetak biru yang ditinggalkannya pun selalu berubah. Maresca memang memiliki filosofi yang terinspirasi dari Guardiola, tetapi ia tetap perlu meramu gaya sendiri di tengah skuad yang sedang mengalami perombakan. Dengan semua tantangan itu, pekerjaan Maresca jauh lebih berat daripada sekadar meneruskan warisan yang ada.

Masalah Struktural di Lini Pertahanan City

Gol kedua Arsenal menjadi momen yang paling mengkhawatirkan bagi City karena tercipta tanpa kerja keras berarti. Martin Odegaard diberi waktu leluasa untuk mengukur umpan silang, sementara Christos Tzolis bergerak bebas dari penjagaan Abdukodir Khusanov. Kai Havertz kemudian menarik diri dari Ruben Dias dan menyambut umpan tersebut menjadi gol.

Dalam pembelaannya, perlu diakui bahwa Khusanov sebenarnya bukan bek kanan natural. Namun, ia pernah menempati posisi itu sebelumnya, sehingga seorang pemain sayap yang bergerak meninggalkan posisinya seharusnya bukan hal yang mengejutkan. Kekeliruan ini mungkin hanya akibat kurangnya kewaspadaan di masa pramusim, tetapi tetap menjadi pertanyaan besar yang harus segera dijawab.

Masalah struktural juga terlihat di sisi yang sama. Antoine Semenyo nyaris tidak terlibat dalam permainan, sementara Elliot Anderson gagal mengantisipasi dorongan maju Riccardo Calafiori yang mencetak gol pertama dan berperan penting dalam gol ketiga. Seorang bek kiri yang gemar menyerang seharusnya tidak boleh diberi kebebasan sebanyak itu.

Krisis Gelandang: Kepergian Rodri dan Rencana Penggantinya

Masalah lini tengah menjadi pekerjaan rumah paling mendesak yang harus diselesaikan Maresca. Rodri bahkan hanya menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan pada laga tersebut karena proses negosiasi kepindahannya ke Barcelona masih berlangsung. City dikabarkan telah menerima tawaran untuk Rodri pada Minggu malam, sehingga kepergian sang gelandang tinggal menunggu waktu.

Yang hilang dari City bukan hanya kualitas Rodri, tetapi juga kemampuan organisasinya di lapangan. Enzo Fernandez, yang pernah bekerja dengan Maresca di Chelsea, sempat dikaitkan sebagai pengganti Rodri. Namun, City tidak mengajukan tawaran sebelum tenggat Jumat pukul 17.00 yang ditetapkan Chelsea untuk penjualan gelandang asal Argentina tersebut.

Mateo Kovacic menghabiskan sebagian besar musim lalu sebagai deputi Rodri, tetapi usianya kini sudah 32 tahun dan ia bukan masa depan klub. Ditambah lagi dengan kepergian Bernardo Silva, City jelas mengalami kekurangan tenaga yang serius di lini tengah. Tanpa tambahan pemain berkualitas, musim ini bisa menjadi ujian terbesar bagi Maresca.

Skuad Menipis dan Keputusan Transfer yang Dipertanyakan

Secara keseluruhan, skuad Manchester City tampak semakin tipis. Ruben Dias dan Marc Guehi menjadi satu-satunya bek yang berusia di atas 25 tahun, menunjukkan minimnya kedalaman di lini belakang. Di lini depan, Omar Marmoush belum pernah benar-benar meyakinkan sebagai pelapis Erling Haaland.

Belanja besar pada Januari 2025 senilai 200 juta poundsterling mungkin sempat menghentikan laju negatif, tetapi para pemain yang datang saat itu tidak akan terlalu dirindukan sekarang. Marmoush, Khusanov, Vitor Reis, dan Nico Gonzalez belum memberikan dampak yang signifikan. City yang dulu begitu fokus dalam belanja pemain kini mulai membuat kesalahan; Tijjani Reijnders yang dibeli 50 juta poundsterling musim panas lalu akan segera dilepas, sementara Rayan Ait-Nouri tetap dipandang sebagai pembelian yang membingungkan sejak awal kedatangannya.

Masa Depan Manchester City di Tangan Enzo Maresca

Maresca pasti sempat merasa putus asa melihat kedalaman skuad Arsenal yang luar biasa, terutama di lini tengah. Kalau bicara dengan nada positif, skuad yang dimilikinya sekarang sedang dalam masa transisi, meski mulai terlihat seperti skuad yang menurun. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak yang menilai Guardiola perlahan melewati puncak kejayaannya, tetapi mungkin justru kejeniusannya lah yang membuat City tetap kompetitif.

Bukti dari laga Minggu tersebut, dengan segala catatan tentang tahap musim yang masih awal, menunjukkan bahwa ini mungkin saat yang sangat buruk bagi Maresca untuk menggantikan Guardiola. Mengambil alih tim dari seorang legenda akan menjadi tantangan berat dalam kondisi apa pun. Dan kondisi yang dihadapi Maresca saat ini mulai terlihat sangat jauh dari ideal.

Kekalahan 3-0 dari Arsenal memang belum menentukan nasib City di musim ini, tetapi sinyal yang muncul sangat mengkhawatirkan. Maresca harus segera membereskan lini tengah, memperbaiki organisasi pertahanan, dan berharap para pemain anyar segera beradaptasi. Jika tidak, musim perdananya di Manchester City bisa berubah menjadi mimpi buruk yang panjang.

Ronaldo Pensiun Musim Ini? Kapten Portugal Buka Suara

Cristiano Ronaldo mengungkapkan bahwa ia kemungkinan besar akan pensiun pada tahun ini. Kapten timnas Portugal berusia 41 tahun itu menyebut musim ini “mungkin” menjadi musim terakhirnya sebagai pesepak bola profesional. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam wawancara dengan majalah Vogue yang terbit pada Minggu.

Kabar mengenai rencana Ronaldo pensiun ini menjadi perhatian besar para pencinta sepak bola di seluruh dunia. Pasalnya, Ronaldo telah lama menempatkan dirinya di jajaran pemain terhebat sepanjang masa dengan torehan lebih dari 950 gol untuk klub dan tim nasional. Sebelumnya, ia memang sempat mengatakan akan pensiun “segera” atau dalam waktu “satu atau dua tahun”, tetapi baru kali ini ia menyebut waktu yang lebih pasti.

Ronaldo: Musim Ini Kemungkinan Besar Musim Terakhir

Dalam wawancaranya dengan Vogue, penyerang Al-Nassr itu mengaku bahwa tahun ini menjadi penutup perjalanan panjangnya di dunia sepak bola. “Ini mungkin tahun terakhir saya di sepak bola, dan saya ingin meninggalkan warisan yang spektakuler,” ujar Ronaldo. Ia juga menegaskan bahwa masa depannya setelah pensiun sudah “semuanya terencana dengan rapi”.

Meski begitu, Ronaldo tidak menjelaskan secara detail kapan tepatnya ia akan mengumumkan pensiun secara resmi. Yang jelas, ia ingin menutup kariernya dengan cara terbaik dan tetap memberikan sesuatu yang berkesan bagi para penggemarnya. Baginya, warisan yang ditinggalkan jauh lebih penting daripada sekadar angka atau trofi yang sudah ia kumpulkan selama ini.

Perjalanan Karier yang Penuh Pengorbanan

Ronaldo telah menjalani karier profesional selama sekitar 25 tahun dengan penuh perjuangan dan dedikasi. Ia pernah membela sejumlah klub besar Eropa seperti Manchester United, Real Madrid, dan Juventus sebelum akhirnya bergabung dengan Al-Nassr di Liga Arab Saudi. Sepanjang kariernya, ia mengoleksi lebih dari 950 gol untuk klub dan tim nasional, sebuah pencapaian yang hanya bisa diraih oleh segelintir pemain dalam sejarah sepak bola.

Menjelang pensiun, Ronaldo mengaku ingin terus menikmati hasil dari kerja kerasnya selama ini. “Saya ingin terus menikmati apa yang sudah saya raih — apa yang sudah kami raih. Karena bagaimanapun, ini sudah 25 tahun dengan banyak pengorbanan,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa sang megabintang merasa cukup puas dengan perjalanan kariernya dan siap memasuki babak hidup yang baru.

Persiapan Pensiun Ronaldo: Perjalanan dan Padel

Ronaldo mengaku sudah memiliki banyak rencana untuk mengisi waktu luangnya setelah gantung sepatu. Ia bahkan kesulitan menyebutkan satu kegiatan favorit karena ada begitu banyak hal yang ingin ia lakukan. “Saya punya begitu banyak hal yang membuat saya sibuk sehingga sulit untuk menyebutkan satu saja,” ujarnya kepada Vogue.

Di antara kegiatan yang paling ia sukai adalah bepergian dan bermain padel, olahraga raket yang kini populer di kalangan mantan atlet. Menurut Ronaldo, penting untuk mengisi waktu dengan berbagai aktivitas agar tidak merasa kehilangan setelah sepak bola berakhir. “Karena sepak bola bisa meninggalkan lubang yang besar, kamu harus mengisi waktu dengan berbagai cara, bukan hanya satu,” jelasnya.

Momen Spesial: Pernikahan dengan Georgina Rodríguez

Kabar soal rencana Ronaldo pensiun datang bersamaan dengan momen bahagia dalam kehidupan pribadinya. Pada Selasa lalu, Ronaldo resmi menikahi kekasihnya, Georgina Rodríguez, dalam sebuah upacara intim di kawasan resor Cascais, Portugal. Pernikahan ini menjadi puncak dari hubungan panjang mereka yang selama ini tak lepas dari sorotan publik.

Momen pernikahan tersebut seolah menjadi penanda babak baru bagi Ronaldo, baik dalam kehidupan pribadi maupun kariernya. Setelah sekitar dua dekade berkarier di level tertinggi, ia kini bersiap menikmati masa pensiun bersama keluarga. Ronaldo pun tampak ingin memastikan transisi dari dunia sepak bola menuju kehidupan pasca-pensiun berjalan mulus.

Dampak Pensiun Ronaldo bagi Al-Nassr dan Sepak Bola Dunia

Kepergian Ronaldo dari lapangan hijau tentu akan meninggalkan dampak besar, terutama bagi Al-Nassr dan kompetisi Liga Arab Saudi. Sejak kedatangannya, kehadiran Ronaldo berhasil meningkatkan pamor Saudi Pro League di mata dunia dan menarik banyak pemain bintang untuk ikut meramaikan liga tersebut. Jika Ronaldo benar-benar pensiun pada akhir musim ini, Al-Nassr akan kehilangan sosok sentral yang menjadi motor serangan sekaligus ikon pemasaran klub.

Bagi sepak bola dunia, pensiunnya Ronaldo juga menandai berakhirnya salah satu era paling gemilang dalam sejarah olahraga ini. Persaingan sengit antara dirinya dan Lionel Messi selama lebih dari satu dekade telah menghadirkan banyak momen yang tak terlupakan bagi para penggemar. Setelah Ronaldo pergi, generasi baru pemain seperti Kylian Mbappé dan Erling Haaland diprediksi akan semakin menjadi pusat perhatian dunia.

Apa yang Terjadi Berikutnya?

Setelah memperkuat Portugal di Piala Dunia musim panas ini hingga babak 16 besar, Ronaldo dijadwalkan kembali bergabung dengan Al-Nassr untuk musim baru Liga Arab Saudi. Artinya, ia masih memiliki satu musim penuh untuk menambah catatan golnya dan memberikan penampilan terbaiknya sebelum benar-benar gantung sepatu. Para penggemar tentu akan menantikan aksi terakhir sang megabintang di lapangan hijau dengan penuh antusiasme.

Meski demikian, publik juga dibuat penasaran dengan rencana jangka panjang Ronaldo setelah pensiun. Ia sendiri mengaku semua sudah direncanakan, tetapi belum mengungkapkan secara gamblang apa saja yang akan ia lakukan. Yang pasti, dengan segudang pengalaman, popularitas, dan kekayaan yang ia miliki, Ronaldo diprediksi akan tetap eksis di dunia olahraga maupun bisnis dalam bentuk yang lain.

Rencana pensiun Cristiano Ronaldo pada akhir musim ini menjadi salah satu berita terbesar di dunia sepak bola akhir-akhir ini. Dengan lebih dari 950 gol dan segudang trofi sepanjang kariernya, ia akan dikenang sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah ada. Kini, tinggal menunggu bagaimana sang megabintang menutup babak terakhir kariernya dengan warisan yang spektakuler.

Para penggemar sepak bola di seluruh dunia tentu berharap Ronaldo masih bisa tampil impresif di musim terakhirnya. Apalagi, musim ini ia masih akan berlaga bersama Al-Nassr dan timnas Portugal. Apa pun hasilnya nanti, nama Cristiano Ronaldo sudah terpatri abadi sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola.

Arsenal Incar Jarell Quansah Gantikan Saliba dan Timber

Arsenal dikabarkan mengincar Jarell Quansah dan telah membuka pembicaraan dengan Bayer Leverkusen untuk mendatangkan bek asal Inggris tersebut. Langkah ini diambil The Gunners untuk menambal lini pertahanan yang kehilangan William Saliba dan Jurriën Timber. Kedua pemain dipastikan absen pada awal musim baru karena cedera.

Kebutuhan Arsenal akan pemain bertahan tambahan muncul di tengah bursa transfer musim panas yang masih berjalan. Klub asal London Utara itu butuh sosok yang bisa langsung tampil, baik sebagai bek tengah maupun bek kanan. Quansah dinilai cocok karena pengalamannya bermain di dua posisi tersebut bersama tim nasional Inggris.

Arsenal Buka Pembicaraan dengan Leverkusen untuk Jarell Quansah

Quansah hengkang dari Liverpool pada musim panas lalu dengan nilai transfer awal £30 juta. Pemain berusia 23 tahun kelahiran Warrington itu langsung menjadi bagian dari skuad Thomas Tuchel di Piala Dunia. Ia bahkan sempat diturunkan sebagai bek kanan oleh Tuchel dan menerima kartu merah saat Inggris mengalahkan Meksiko di babak 16 besar.

Leverkusen disebut enggan melepas Quansah yang masih terikat kontrak lima tahun sejak meninggalkan Anfield pada Juli lalu. Klub Bundesliga itu membanderolnya minimal €50 juta atau sekitar £43 juta. Di sisi lain, Arsenal tidak berniat membayar terlalu mahal dan kemungkinan akan mengajukan tawaran serupa untuk menguji keteguhan Leverkusen.

Menariknya, Liverpool sebenarnya memiliki opsi pembelian kembali Quansah senilai €70 juta. Namun opsi tersebut kini sudah kedaluwarsa, sehingga Arsenal tidak perlu khawatir kehilangan pemain incarannya kepada mantan klubnya tersebut.

Cedera Saliba dan Timber Jadi Pemicu Perburuan Bek Baru

Kebutuhan Arsenal akan bek baru muncul setelah Saliba mengalami cedera punggung. Mikel Arteta pekan ini mengungkapkan bahwa cedera tersebut membutuhkan waktu untuk pulih. Ia bahkan tidak bisa memastikan kapan bek asal Prancis itu akan kembali tersedia.

Sementara itu, Timber juga masih bermasalah dengan cedera pangkal paha yang sudah lama mengganggunya. Pemain asal Belanda itu batal memperkuat negaranya di Piala Dunia karena belum pulih sepenuhnya. Cedera yang sama juga membuatnya melewatkan sebagian besar pertandingan Arsenal di akhir musim lalu.

Arteta sempat memberikan kabar terbaru soal kondisi Timber setelah laga persahabatan melawan Borussia Dortmund. “Jurriën berkembang sangat baik. Dia sudah berlatih di lapangan dan melakukan banyak hal, tetapi masih butuh beberapa pekan lagi. Saya tidak bisa memastikan berapa lama,” ujarnya.

Arsenal Masih Pantau Ezri Konsa sebagai Alternatif

Selain Quansah, Arsenal juga masih tertarik pada Ezri Konsa. Bek Aston Villa berusia 28 tahun itu sempat ditolak tawarannya senilai £30 juta pada awal bursa transfer. Villa membanderol Konsa dengan harga £60 juta, jauh lebih tinggi dari yang bersedia dibayarkan Arsenal.

Konsa juga pernah mengisi posisi bek kanan untuk Inggris selama Piala Dunia, meskipun lebih dikenal sebagai bek tengah. Profilnya dinilai mirip dengan Quansah, yang membuat keduanya menjadi opsi ideal untuk kebutuhan Arsenal. Namun, harga yang diminta Villa terbilang besar, sehingga Arsenal tampaknya akan lebih fokus mengejar Quansah terlebih dahulu.

Jika tawaran Arsenal untuk Quansah ditolak Leverkusen, bukan tidak mungkin The Gunners akan kembali ke jalur negosiasi dengan Villa. Situasi ini membuat persaingan di lini belakang Arsenal semakin menarik untuk dinantikan. Keputusan akhir akan sangat bergantung pada seberapa jauh kedua klub bersedia menurunkan tuntutan finansialnya.

Rencana Skuad dan Pemain yang Berpotensi Hengkang

Selain memburu bek baru, Arsenal juga masih ingin mendatangkan seorang penyerang sebelum bursa transfer ditutup. Untuk membuka ruang dan dana, klub bersedia melepas Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus. Galatasaray bahkan telah menawarkan £38 juta untuk Martinelli, meskipun pemain asal Brasil itu menolak pindah ke Turki.

Napoli dikabarkan tertarik memboyong Jesus pada musim panas ini. Sementara itu, Ethan Nwaneri juga berpeluang dijual dengan sejumlah klub Eropa yang meminatinya. Milan, Fulham, RB Leipzig, dan Borussia Dortmund disebut-sebut sebagai peminat pemain berusia 19 tahun tersebut.

Nasib Myles Lewis-Skelly juga belum jelas setelah ia ditawarkan ke Chelsea dan Manchester United pekan ini. Arteta menolak berkomentar soal kabar tersebut, termasuk setelah Lewis-Skelly mencetak gol dalam laga persahabatan melawan Como yang ditangani Cesc Fàbregas. “Saya tidak akan membicarakan spekulasi. Jika ada spekulasi tentang pemain kami, itu pertanda baik,” kata Arteta. “Itu berarti pemain kami menarik perhatian dan melakukan pekerjaan dengan baik.”

Arsenal kini berada di persimpangan penting dalam bursa transfer musim panas ini. Mereka butuh bek baru untuk menutup lubang di lini pertahanan, dengan Quansah sebagai target utama dan Konsa sebagai alternatif. Di sisi lain, rencana menjual beberapa pemain menunjukkan bahwa klub sedang bersiap melakukan perombakan skuad secara menyeluruh.

Dengan Leverkusen yang enggan melepas Quansah dengan harga murah, Arsenal harus mengambil keputusan cepat. Apakah mereka bersedia menaikkan tawaran atau beralih ke target lain, akan menjadi pertanyaan yang terjawab dalam beberapa pekan ke depan. Yang jelas, dukungan penuh kepada Arteta dan para pemain tetap menjadi kunci di tengah hiruk-pikuk bursa transfer.

Xavi Hernandez Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Belanda

Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, resmi ditunjuk sebagai pelatih timnas Belanda. Pelatih berusia 46 tahun asal Spanyol itu menandatangani kontrak untuk memimpin De Oranje hingga Piala Dunia 2030. Penunjukan ini menjadi salah satu keputusan besar dalam sejarah kepelatihan Belanda, mengingat Xavi datang dengan reputasi sebagai salah satu gelandang terbaik dunia.

Xavi menggantikan Ronald Koeman yang mundur setelah Belanda tersingkir di babak 32 besar oleh Maroko pada Piala Dunia musim panas ini. Kabar ini menjadi perhatian besar, sebab Xavi bukan sekadar pelatih biasa, melainkan sosok yang memahami betul filosofi sepak bola menyerang khas Belanda. Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pun merilis pernyataan resmi terkait penunjukan pelatih anyar mereka.

Xavi Hernandez Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda

KNVB mengumumkan penunjukan Xavi Hernandez sebagai pelatih kepala timnas Belanda melalui pernyataan resmi. Dalam pernyataannya, Xavi menyampaikan rasa hormatnya terhadap kesempatan yang ia terima. Ia mengaku merasa sangat terhormat bisa menjadi pelatih tim nasional Belanda.

“Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” ujar Xavi dalam pernyataan yang dirilis KNVB. Penunjukan ini menandai kembalinya Xavi ke dunia kepelatihan untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Barcelona pada 2024. Sebelumnya, ia sempat mengambil jeda setelah memutuskan hengkang dari klub Catalan tersebut.

Kontrak yang disepakati Xavi berdurasi empat tahun, yang akan membawanya menangani Belanda hingga Piala Dunia 2030. Artinya, ia mendapat kepercayaan penuh untuk membangun tim dalam jangka waktu panjang. Tugas pertamanya tentu mempersiapkan skuad Belanda agar tampil kompetitif di berbagai turnamen mendatang.

Perjalanan Karier Xavi: Dari Barcelona ke Kursi Pelatih

Xavi Hernandez bukan nama sembarangan di dunia sepak bola. Sebagai pemain, ia pernah meraih Piala Dunia 2010 bersama Spanyol serta dua gelar Piala Eropa pada 2008 dan 2012. Ia juga tercatat tampil sebanyak 767 kali untuk Barcelona sepanjang karier bermainnya.

Karier kepelatihan Xavi dimulai di klub asal Qatar, Al Sadd, sebelum akhirnya kembali ke Barcelona pada November 2021. Menariknya, ia juga menggantikan Ronald Koeman saat mengambil alih kursi pelatih Barcelona. Di musim 2023, Xavi sukses membawa Barcelona meraih gelar La Liga, tetapi ia kemudian meninggalkan klub tersebut pada 2024.

Pengalaman menukangi klub sebesar Barcelona menjadi modal berharga baginya. Kini, tantangan barunya adalah membangun tim nasional Belanda yang memiliki fondasi kuat. Kombinasi pengalaman dan pemahaman taktikalnya diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi De Oranje.

Koneksi Khusus Xavi dengan Sepak Bola Belanda

Salah satu alasan penunjukan Xavi terasa begitu natural adalah hubungan emosionalnya dengan sepak bola Belanda. Sebagai produk akademi FC Barcelona, ia tumbuh dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels. Dalam pernyataannya, Xavi bahkan menyebut dirinya sebagai “anak dari sepak bola Belanda”.

“Saya merasa memiliki koneksi khusus dengan sepak bola Belanda. Bisa dibilang, saya ini anak dari sepak bola Belanda,” tuturnya. Filosofi yang ia yakini sejak kecil memang sejalan dengan karakter sepak bola Belanda yang dikenal menyerang dan menguasai bola. Hal ini membuat kecocokan antara Xavi dan timnas Belanda terlihat sangat kuat.

Xavi juga menegaskan bahwa Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas. “Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tujuan paling penting adalah menang, tetapi ia ingin melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan bisa dinikmati banyak orang.

Arne Slot Lebih Dulu Didekati, Lalu Menolak

Sebelum Xavi resmi ditunjuk, KNVB sebenarnya sempat melakukan pendekatan awal terhadap Arne Slot. Mantan pelatih Liverpool itu menjadi salah satu nama yang dikaitkan dengan kursi pelatih timnas Belanda. Namun, pembicaraan tersebut tidak berlanjut karena Slot memilih tetap berkarier di sepak bola klub.

Slot menjelaskan alasannya melalui wawancara dengan Voetbal International. Ia mengaku lebih suka berada di lapangan latihan bersama para pemainnya setiap hari. Hal itu, menurutnya, tidak mungkin dilakukan dengan cara yang sama ketika menangani tim nasional.

“Saya sangat menghormati tim nasional dan KNVB, dan saya hanya bisa bersikap positif tentang cara profesional jalannya pembicaraan saat itu,” ujar Slot. “Untuk saat ini, saya percaya sepak bola klub masih menawarkan banyak hal bagi saya.” Dengan mundurnya Slot dari pembicaraan, KNVB akhirnya mengumumkan Xavi Hernandez sebagai pelatih baru timnas Belanda.

Penunjukan Xavi Hernandez sebagai pelatih timnas Belanda menjadi langkah berani dan menarik bagi masa depan De Oranje. Dengan pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih, serta kedekatan filosofis dengan gaya sepak bola Belanda, Xavi dinilai mampu membawa energi baru. Seluruh mata kini tertuju pada bagaimana ia membangun tim menuju Piala Dunia 2030.

Kombinasi antara rekam jejak Xavi dan fondasi kuat skuad Belanda menjadi modal yang menjanjikan. Namun, tekanan untuk meraih hasil tetap akan menyertai setiap langkahnya. Publik sepak bola Belanda pun menantikan apakah gaya menyerang khas Belanda akan kembali hidup di bawah arahan pelatih anyar mereka.

Carabao Cup: Kiper Millwall Pahlawan Penalti, Preston Menang

Carabao Cup putaran pertama menghadirkan malam yang dramatis, dengan kiper Millwall Lukas Jensen menjadi pahlawan setelah menggagalkan empat penalti pemain QPR. Preston North End juga memastikan tempat di putaran kedua setelah menang adu penalti melawan Huddersfield Town di Goodison Park. Sejumlah laga lain berlangsung sengit dan penuh kejutan, mulai dari comeback Blackburn hingga kemenangan dramatis Watford di menit ke-99.

Sebagai ajang piala bergengsi di Inggris, Carabao Cup selalu menjadi panggung bagi klub-klub dari divisi berbeda untuk saling menguji kekuatan. Pada putaran pertama musim ini, tim-tim Championship seperti Burnley, Leicester, Norwich, dan Blackburn harus bekerja keras menghadapi lawan dari kasta di bawahnya. Sementara itu, sejumlah klub Liga Satu dan Liga Dua berhasil menciptakan kejutan dengan menyingkirkan klub yang lebih diunggulkan.

Drama Carabao Cup: Kiper Millwall Jadi Pahlawan Lawan QPR

Millwall melaju ke putaran kedua Carabao Cup setelah mengalahkan QPR lewat adu penalti 2-0, menyusul hasil imbang 1-1 pada waktu normal. Sempat unggul lewat gol Luke Cundle, Millwall akhirnya harus puas bermain imbang setelah Mark Sykes mencetak gol bunuh diri di penghujung laga. Namun, dalam drama adu penalti yang diwarnai enam tendangan gagal, kiper Lukas Jensen tampil luar biasa dengan menepis empat penalti.

Empat penalti yang berhasil digagalkan Jensen datang dari kaki Ilias Chair, Harvey Vale, Koki Saito, dan Kwame Poku. Jensen sendiri baru saja pulih dari cedera panjang yang membuatnya absen selama 15 bulan. Manajer Millwall Alex Neil pun memberikan pujian khusus kepada kipernya itu atas perjuangannya kembali ke lapangan.

Neil mengaku penyelamatan empat penalti dalam satu laga adalah hal yang sangat langka. Menurutnya, momen ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Jensen yang telah melewati masa sulit selama 15 bulan. “Dia pasti memimpikan momen ini selama 15 bulan, menjadi alasan kita melaju ke babak berikutnya,” ujar Neil. “Saya sangat senang untuknya karena dia profesional yang hebat dan orang yang baik.”

Preston Taklukkan Huddersfield di Goodison Park

Preston North End memastikan tempat di putaran kedua Carabao Cup setelah menang 4-3 dalam adu penalti melawan Huddersfield. Laga ini digelar di Goodison Park, markas lama Everton, karena lapangan Deepdale belum siap digunakan. Pertandingan berakhir 1-1 setelah gol Radinio Balker dibalas Jusef Erabi pada masa injury time.

Preston harus bermain dengan 10 pemain sejak Lewis Gibson menerima kartu merah dan mereka bertahan selama 69 menit. Kiper Daniel Iversen menjadi pahlawan dengan menggagalkan dua penalti pemain Huddersfield. Delano Burgzorg akhirnya menjadi penentu kemenangan Preston setelah menuntaskan eksekusi penaltinya dengan sempurna.

Blackburn dan Sheffield Wednesday Mencuri Perhatian

Tony Mowbray memulai kembali petualangannya sebagai manajer Blackburn dengan kemenangan comeback 2-1 atas Burton Albion. Tertinggal lebih dulu lewat gol Zac Scutt, Blackburn akhirnya menang berkat gol dari dua pemain pengganti, Andri Gudjohnsen dan Jayden Fevrier. Mowbray menegaskan timnya seharusnya bisa menang dengan selisih lebih besar karena banyak peluang terbuang di babak pertama.

Sheffield Wednesday juga berhasil menundukkan Bolton Wanderers 1-0 berkat gol Jamal Lowe di menit ke-70. Bolton harus bermain dengan 10 orang setelah Xavier Simons menerima kartu merah pada menit ke-56. Manajer Sheffield Wednesday Henrik Pedersen memuji kerja keras timnya dalam pressing dan transisi cepat sepanjang laga.

“Saya melihat banyak kemajuan dalam pressing agresif, transisi cepat, dan mentalitas para pemain untuk terus menekan,” kata Pedersen. “Mereka terus bekerja sebagai satu kelompok, dan itu sangat berarti bagi kami dalam situasi ini.” Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Sheffield Wednesday untuk menghadapi laga-laga berikutnya di kompetisi.

Burnley, Leicester, dan Norwich Melaju Mulus

Burnley harus bersusah payah menaklukkan Notts County lewat adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 1-1 di Turf Moor. Bek veteran Kyle Walker menjadi penentu kemenangan dengan eksekusi penaltinya yang tenang. Kiper Burnley Max Weiss tampil gemilang dengan menggagalkan tendangan Emile Acquah dan Jacob Bedeau.

Leicester City meraih kemenangan 1-0 atas Northampton dalam laga pertama Russell Martin sebagai manajer. Gol kemenangan dicetak Caleb Okoli di babak pertama, cukup untuk mengantar mantan klub Premier League itu melaju ke putaran kedua. Martin ditugaskan membawa Leicester bangkit setelah degradasi ke League One, dan kemenangan ini menjadi awal yang positif.

Norwich City tampil trengginas dengan menghancurkan MK Dons 4-1 di Carrow Road. Mohamed Touré membuka keunggulan hanya dalam 40 detik setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan lawan. Andre Brooks mencetak gol pada laga debutnya, sementara Anis Ben Slimane ikut menyumbang gol dalam kemenangan telak tersebut.

Hasil Lengkap Laga Lain di Putaran Pertama

Watford menang dramatis 1-0 atas Crawley berkat gol Marc Bola pada menit ke-99. Alessio Dionisi, pelatih anyar Watford yang merupakan penunjukan penuh waktu ke-15 dalam tujuh tahun terakhir, mengaku lega meski timnya tampil kurang meyakinkan. “Di babak pertama kami bermain bagus, tapi di babak kedua hanya biasa saja. Untuk memenangkan pertandingan, Anda harus mencetak gol,” ujarnya.

Sementara itu, Reading menyingkirkan Bromley lewat adu penalti 5-4 setelah kiper Joel Pereira menggagalkan tendangan Ethon Archer. Derby County harus tersingkir setelah kalah 2-1 dari Lincoln City di Pride Park. Cardiff City melaju setelah Jack Moylan mencetak gol kemenangan pada debutnya, sementara Luton menang mudah 3-0 atas Gillingham.

Charlton menang 3-1 di kandang Cheltenham, dan Southampton menaklukkan Colchester 2-0 berkat gol dua pemain pengganti. West Brom membantai Rotherham 4-1, sedangkan Blackpool menang 3-1 atas Grimsby. Peterborough juga melaju setelah Harry Leonard mencetak penalti yang membuat Bristol Rovers tersingkir di ronde pertama untuk musim ketujuh beruntun.

Catatan Lain dari Adu Penalti dan Comeback

Shrewsbury menang 4-3 atas Salford dalam adu penalti yang luar biasa setelah sembilan tendangan gagal sebelum Arkell Jude-Boyd mencetak gol penentu. Doncaster juga lolos lewat adu penalti 5-4 melawan Stockport berkat aksi kiper Tommy Simkin. Barnsley menang dramatis 6-5 atas Wigan setelah sembilan penalti pertama semuanya berhasil dikonversi menjadi gol.

Stoke City menang 2-0 atas Oldham berkat gol bunuh diri Ollie Norburn dan gol Robert Bozenik di akhir laga. Birmingham menang tipis 1-0 di kandang Swansea lewat gol August Priske. Fleetwood melaju berkat gol tunggal Ched Evans, yang oleh manajer Matt Lawlor disebut sebagai gambaran sempurna dari kapten barunya itu.

Cambridge United bangkit dari ketertinggalan untuk menang 2-1 atas Barnet, sementara Leyton Orient menang 2-0 atas Oxford dengan dua gol yang lahir dari umpan silang Charlie Wellens. AFC Wimbledon membutuhkan adu penalti 5-4 untuk menaklukkan Newport County setelah mencetak gol penyeimbang di akhir laga. Crewe juga menang dramatis 2-1 atas Accrington berkat sundulan Luca Moore lima menit sebelum laga usai.

Putaran pertama Carabao Cup musim ini kembali membuktikan bahwa tidak ada laga yang mudah dalam kompetisi piala. Kiper-kiper menjadi pemeran utama di sejumlah laga, mulai dari Lukas Jensen hingga Daniel Iversen, sementara klub-klub kasta bawah terus menunjukkan perlawanan sengit. Kini perhatian akan beralih ke putaran kedua, di mana klub-klub Premier League akan mulai bergabung.

Dengan begitu banyak kejutan dan drama, Carabao Cup tetap menjadi turnamen yang dinanti oleh para penggemar sepak bola Inggris. Tim-tim yang berhasil melaju pasti akan semakin percaya diri menghadapi tantangan berikutnya. Sementara itu, klub yang tersingkir harus segera bangkit dan fokus pada kompetisi liga masing-masing.

Barcelona Incar Rodri usai Real Madrid Buntu Negosiasi

Barcelona kini semakin serius mengincar Rodri dari Manchester City setelah negosiasi Real Madrid dengan sang gelandang berjalan buntu. Klub asal Katalan itu berupaya memanfaatkan situasi ini untuk membajak transfer pemain berusia 30 tahun tersebut di bursa musim panas ini. Manchester City sendiri dikabarkan bersedia melepas kapten timnas Spanyol itu dengan banderol sekitar £60 juta.

Kondisi kontrak Rodri yang memasuki tahun terakhir menjadi faktor kunci di balik ramainya perburuan ini. Meskipun Manchester City masih berharap bisa memperpanjang kontraknya, peluang kepergian pemain itu tetap terbuka lebar. Barcelona pun disebut ingin memanfaatkan celah tersebut, apalagi mereka tengah kehilangan Frenkie de Jong yang harus menepi beberapa bulan akibat cedera lutut.

Barcelona Makin Serius Incar Rodri dari Manchester City

Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Rodri telah berbincang langsung dengan pelatih Hansi Flick dan direktur olahraga Deco pada Rabu lalu. Dalam pertemuan itu, pemain yang meraih Golden Ball sebagai pemain terbaik Piala Dunia tersebut mengindikasikan keinginannya untuk kembali ke Spanyol. Langkah Barcelona selanjutnya adalah menghubungi Manchester City untuk membahas struktur pembayaran transfer sang pemain.

Keputusan Rodri untuk menunjukkan ketertarikannya kepada Barcelona menjadi sinyal positif bagi kubu Camp Nou. Terlebih, tim asuhan Flick itu tengah membutuhkan sosok pemimpin di lini tengah setelah cedera panjang yang dialami De Jong. Kehadiran Rodri tentu akan langsung mengangkat kualitas permainan Barcelona pada musim depan.

Di sisi lain, Manchester City tidak menutup kemungkinan melepas Rodri dengan harga yang dianggap cukup wajar untuk pemain sekelasnya. Nilai £60 juta dirasa masuk akal bagi klub mana pun yang ingin mendapatkan jasa kapten timnas Spanyol peraih Piala Dunia itu. Namun, City juga masih mempertahankan harapan bahwa Rodri akan meneken kontrak baru sebelum jendela transfer ditutup.

Negosiasi Real Madrid Buntu, Peluang Barcelona Terbuka Lebar

Real Madrid sebenarnya telah menjalin pembicaraan dengan Rodri dan perwakilannya selama berminggu-minggu. Meski demikian, kedua pihak belum mencapai kesepakatan apa pun, dan situasi ini langsung dimanfaatkan Barcelona untuk menyalip rival abadinya tersebut. Peluang itu makin besar setelah Rodri diketahui berbicara langsung dengan Flick dan Deco.

Madrid sendiri tengah berada dalam posisi yang sedikit rumit karena sudah cukup banyak menggelontorkan dana di bursa transfer. Mereka baru saja memecahkan rekor transfer klub dengan mendatangkan Yan Diomande dari RB Leipzig senilai £115 juta. Selain itu, klub ibu kota juga telah menyepakati perpanjangan kontrak enam tahun yang menggiurkan bagi Vinícius Júnior guna meredam minat Arsenal.

Jika ingin menambah Rodri ke dalam skuad, Madrid kemungkinan harus melepas sejumlah pemain lebih dulu. Aurélien Tchouaméni dan Eduardo Camavinga menjadi dua kandidat yang paling mungkin hengkang. Kedua gelandang asal Prancis itu dikabarkan menjadi target Manchester United pada bursa transfer musim panas ini.

Dampak Perebutan Rodri bagi Barcelona dan Real Madrid

Keberhasilan Barcelona mengamankan Rodri akan menjadi pukulan telak bagi Real Madrid yang sudah bekerja keras sejak awal. Sebaliknya, bagi Barcelona, kedatangan pemain 30 tahun itu bisa langsung menambal lubang di lini tengah yang ditinggalkan De Jong. Pengalaman Rodri bermain di level tertinggi bersama Manchester City dan timnas Spanyol membuatnya layak menjadi andalan utama di lini tengah.

Bagi Real Madrid, kehilangan Rodri memang berat, tetapi bukan akhir dari segalanya. Los Blancos masih memiliki banyak opsi berkualitas di sektor gelandang, termasuk Tchouaméni dan Camavinga. Namun, secara simbolis, gagal memenangi perebutan pemain melawan Barcelona tentu menjadi tamparan tersendiri bagi klub sebesar Madrid.

Saga transfer ini sekali lagi membuktikan bahwa rivalitas kedua raksasa Spanyol tidak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga di meja perundingan. Kedua klub sama-sama ingin menunjukkan daya tarik dan kekuatan finansial mereka di mata pemain bintang. Hasil akhir dari perebutan ini pun berpotensi menentukan keseimbangan kekuatan kedua tim pada musim-musim mendatang.

Manchester City Siapkan Skenario Pengganti Rodri

Manchester City tampaknya tidak ingin terjebak dalam situasi tanpa rencana jika Rodri benar-benar hengkang. Klub asuhan Pep Guardiola itu telah mendatangkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan biaya transfer mencapai £116 juta. City juga masih bernegosiasi dengan Lille untuk memboyong Ayyoub Bouaddi, gelandang muda Maroko berusia 18 tahun.

Rodri sendiri baru saja menjalani operasi kecil di bagian punggungnya. Akibat cedera tersebut, ia diperkirakan absen hampir sepanjang program pramusim Manchester City. Meski begitu, kabar ini dinilai tidak akan mengubah minat Barcelona maupun Real Madrid terhadap sang gelandang.

Barcelona Juga Masih Memburu Julián Alvarez

Selain Rodri, Barcelona juga terus memburu Julián Alvarez dari Atlético Madrid sebagai calon pengganti Robert Lewandowski yang telah hengkang. Upaya membujuk Atlético untuk melepas penyerang asal Argentina itu sudah dilakukan sejak awal musim panas. Namun, Atlético bersikeras bahwa Alvarez tidak akan dijual dengan harga berapa pun.

Deco dikabarkan kembali berada di ibu kota Spanyol untuk bertemu dengan perwakilan Alvarez pada Rabu lalu. Semua perhatian kini tertuju pada keputusan Alvarez, apakah ia akan hadir dalam latihan pramusim pada hari Senin atau justru mencoba memaksakan transfer. Arsenal pun disebut masih menyimpan minat terhadap pemain berusia 26 tahun yang pernah berseragam Manchester City itu.

Ferran Torres dan Transfer Rekor James Trafford

Di tengah drama transfer Rodri dan Alvarez, Barcelona juga masih menghadapi persoalan kontrak Ferran Torres. Penyerang yang mencetak gol kemenangan Spanyol di final Piala Dunia melawan Argentina itu kini memasuki tahun terakhir kontraknya. Torres mengaku belum mendapat kejelasan dan masih menunggu langkah Barcelona untuk memulai perundingan.

“Yang saya tahu, saya harus hadir dalam latihan Barcelona pada 12 Agustus. Kita lihat saja apa yang akan terjadi,” ujar Torres. Saat ditanya apa yang perlu dilakukan Barcelona untuk mempertahankannya, ia menjawab dengan tegas bahwa klub harus menunjukkan keinginan untuk mempertahankannya. “Tunjukkan bahwa mereka menginginkan saya, datanglah untuk bernegosiasi,” tambahnya.

Sementara itu, James Trafford resmi bergabung dengan Leeds United dengan rekor transfer klub setelah menjalani tes medis di Elland Road. Leeds sepakat membayar £40 juta plus bonus kepada Manchester City untuk penjaga gawang berusia 23 tahun tersebut. Dengan nilai transfer ini, Trafford menjadi kiper termahal keempat di dunia.

Perebutan Rodri antara Barcelona dan Real Madrid jelas akan menjadi salah satu saga transfer paling menarik pada musim panas ini. Dengan harga yang masih masuk akal dan kontrak yang terus menipis, keputusan terakhir ada di tangan pemain. Namun, satu hal sudah pasti, Barcelona kini tampil percaya diri untuk keluar sebagai pemenang dalam perburuan ini.

Bagi suporter Barcelona, kabar ini tentu membawa harapan baru setelah musim yang penuh dinamika. Sementara itu, Manchester City tetap berada di posisi yang nyaman karena sudah menyiapkan berbagai antisipasi. Kini tinggal menunggu langkah berikutnya dari ketiga klub dalam beberapa pekan ke depan.

Amanda Staveley Sepakat Beli 25,1 Persen Saham West Ham

Konsorsium yang dipimpin Amanda Staveley dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk membeli 25,1 persen saham West Ham. Vanessa Gold, putri dari mendiang ketua klub David Gold, setuju melepas saham keluarganya di klub yang kini berlaga di Championship.

Kesepakatan Amanda Staveley beli saham West Ham ini terjadi setelah rencana sebelumnya yang melibatkan Daniel Kretinsky, pengusaha asal Republik Ceko sekaligus pemegang saham, gagal terwujud. Keluarga Gold tercatat sebagai pemegang 25,1 persen saham West Ham melalui perwalian atau trust keluarga.

Detail Kesepakatan dan Hak Pre-Emption

Dalam proses penjualan ini, para pemegang saham West Ham yang ada tetap memiliki hak pre-emption, yaitu opsi untuk membeli saham keluarga Gold terlebih dahulu sebelum konsorsium Staveley resmi masuk. Artinya, kesepakatan dengan konsorsium pimpinan Staveley masih menunggu penyelesaian proses akhir.

Jika proses pre-emption tidak diaktifkan oleh pemegang saham lain, maka konsorsium Amanda Staveley, Mehrdad Ghodoussi, dan PCP Capital Partners akan resmi menjadi pemilik sebagian besar saham keluarga Gold di West Ham.

Kiprah Amanda Staveley di Newcastle United

Staveley bukan wajah baru di sepak bola Inggris. Pada Oktober 2021, ia menjadi perantara kesepakatan yang memungkinkan konsorsium beraliansi Arab Saudi mengambil alih Newcastle United dari Mike Ashley.

Bersama Mehrdad Ghodoussi, Staveley mengawasi kebangkitan Newcastle dari tim yang kerap berjuang di papan bawah Premier League menjadi peserta Liga Champions. Setelah keduanya hengkang pada musim panas 2024, Newcastle kemudian sukses meraih trofi Carabao Cup — sebuah pencapaian yang menunjukkan fondasi kuat yang mereka tinggalkan.

Alasan Penjualan Saham Keluarga Gold

Vanessa Gold menyampaikan pernyataan terbuka kepada para pendukung West Ham. Ia menjelaskan bahwa pada 12 Juni, dirinya sempat menyepakati penjualan saham kepada Daniel Kretinsky yang akan menjadikan EP Group sebagai pemegang saham tunggal terbesar. Namun, kesepakatan awal tersebut dan sejumlah alternatif lain yang sempat dibahas tidak membuahkan hasil.

Vanessa menegaskan bahwa ambisinya selama ini adalah memastikan West Ham memiliki kepemimpinan dan kepemilikan yang tepat agar klub bisa mencapai potensi penuhnya. Ia juga menyebut bahwa Amanda Staveley, Mehrdad Ghodoussi, dan PCP Capital Partners membawa pengalaman mendalam dalam mengelola klub sepak bola yang sukses.

Kondisi West Ham Saat Ini

The Hammers terdegradasi dari Premier League pada akhir musim lalu. Padahal, dua musim sebelumnya, klub asal London Timur ini sempat merasakan manisnya menjadi juara Europa Conference League pada 2023.

Kini West Ham bersiap mengawali upaya kembali ke kasta tertinggi dengan bertandang ke markas Burnley pada 16 Agustus. Kepemimpinan baru diharapkan mampu mempercepat proses kebangkitan klub.

Kesimpulan

Kesepakatan Amanda Staveley beli saham West Ham menjadi babak baru yang menarik dalam perjalanan klub. Meski masih menunggu proses pre-emption dari pemegang saham eksisting, kehadiran figur sekaliber Staveley dinilai bisa membawa West Ham kembali ke Premier League — tempat yang diyakini sebagai posisi seharusnya bagi klub sebesar The Hammers.

Inquest Maddy Cusack: Sheffield United Dituding Gagal Jaga Pemain Wanita

Maddy Cusack dan Tim Putri Kecewa dengan Sikap Sheffield United

Sheffield United dinilai telah mengecewakan Maddy Cusack dan para pemain wanita lainnya. Transisi tim wanita dari status paruh waktu menjadi penuh waktu pada musim panas 2023 tidak dikelola dengan baik, demikian terungkap dalam sidang inquest kematian Maddy Cusack. Ian McCallum, manajer umum tim wanita yang menjabat sejak Februari 2023 hingga akhir musim 2022-23, mengungkapkan bahwa klub tersebut “sedikit naif” dalam mempersiapkan kebutuhan sepak bola wanita profesional. Menurutnya, sekelompok pemain berbakat layak mendapatkan perlakuan yang lebih baik.

Kekecewaan McCallum terhadap pendekatan klub terhadap sepak bola wanita turut mempengaruhi keputusannya untuk meninggalkan jabatan itu pada musim panas 2023. Dalam persidangan, pengacara keluarga Cusack menanyakan kepada McCallum tentang pernyataan tertulis yang ia sampaikan sebelumnya. McCallum membenarkan bahwa ia pernah mengatakan “klub mengecewakan banyak orang”. Ketika ditanya secara spesifik apakah Sheffield United mengecewakan Maddy di beberapa area, ia menjawab, “Ya.” Maddy Cusack meninggal pada 20 September 2023 dalam usia 27 tahun.

Proses Rekrutmen Manajer Baru Jadi Sorotan

Sheffield United mengumumkan pada 16 Februari 2023 bahwa McCallum akan mengisi posisi manajer umum tim wanita hingga akhir musim 2022-23 setelah kepergian Zoe Johnson yang pindah ke Brighton. Dalam sidang, pengadilan membacakan isi surel yang dikirim Johnson kepada Carl Shieber (kepala administrasi sepak bola Sheffield United) dan Vicki Anderson (kepala SDM klub). Surel itu ditulis selama proses yang akhirnya menunjuk Jonathan Morgan sebagai manajer baru pada Februari 2023.

Dalam surel tersebut, Johnson memberikan penilaian soal kandidat manajer: “Saya paling kenal Morgan dibanding dua kandidat lainnya. Reputasinya di dunia sepak bola tidak terlalu bagus, tapi CV-nya bagus,” tulisnya. Ia juga menambahkan bahwa Morgan “mungkin bukan pilihan yang tepat” tetapi “pasti lebih baik daripada pelamar yang ada.” McCallum, yang terlibat dalam proses perekrutan Morgan, ditanya di pengadilan tentang apa yang ia ketahui soal reputasi Morgan sebelum penunjukannya. Ia menjawab, “Dari yang saya dengar, reputasinya keras kepala soal apa yang ia inginkan dari tim sepak bola, ia ingin menang, dan ia siap mengambil keputusan sulit untuk mencapainya. Di luar itu, saya tidak tahu lebih banyak.”

Saat diperiksa oleh Morgan (yang mewakili dirinya sendiri di pengadilan), McCallum mengatakan bahwa ia tidak pernah menyaksikan Morgan membentak Maddy Cusack, memperlakukannya dengan buruk, atau berbicara negatif tentangnya.

Transisi ke Status Penuh Waktu: Sekadar Formalitas?

McCallum juga diminta koroner untuk menjelaskan pernyataan sebelumnya bahwa Sheffield United menganggap perubahan tim wanita menjadi penuh waktu hanya sebagai “formalitas belaka”. McCallum mengatakan, “Dari luar, tampaknya itu adalah langkah yang benar. Kesuksesan timnas wanita Inggris mungkin mempercepat langkah ini, tapi saya tidak yakin sumber daya yang disediakan cukup untuk melakukannya dengan maksimal.” Ia mendapat kesan bahwa menjadi penuh waktu adalah sesuatu yang ‘harus terjadi’ bukan ‘ingin terjadi’. Namun ketika diminta menyebutkan individu yang memberinya kesan tersebut, McCallum enggan dan hanya mengatakan bahwa itu adalah perasaan yang ia dapatkan dari sejumlah orang, termasuk beberapa eksekutif yang namanya tidak ia ingat.

Staf senior Sheffield United seperti Carl Shieber dan CEO Stephen Bettis dijadwalkan memberikan kesaksian pada hari Rabu. Sidang juga mendengar kesaksian lanjutan dari Jonathan Morgan yang berlangsung sejak Senin. Morgan ditanyai secara panjang lebar oleh koroner tentang pengetahuannya terhadap buku panduan klub dan tanggung jawab manajer untuk melaporkan kekhawatiran tentang kesejahteraan mental karyawan ke HR. Ketika ditanya apakah ia pernah berkonsultasi dengan HR soal Maddy Cusack, Morgan menjawab, “Tidak, karena saya meneruskannya ke Dr. Subhashis Basu, dokter klub, yang saya anggap orang yang tepat saat itu.”

Kepala Pengamanan Klub Tak Tahu Kondisi Mental Maddy

Cheryl Anderson, kepala pengamanan Sheffield United, mengatakan kepada pengadilan bahwa ia tidak diberi tahu tentang kesulitan kesehatan mental yang dialami Maddy Cusack. Tidak ada kekhawatiran tentang Maddy yang disampaikan kepadanya. Sidang inquest akan dilanjutkan pada hari Rabu.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami krisis mental, jangan ragu untuk menghubungi layanan dukungan di bawah ini:

  • UK & Irlandia: Samaritans – 116 123 (gratis)
  • AS: National Suicide Prevention Lifeline – 988 (telepon/teks) atau chat di 988lifeline.org
  • Australia: Lifeline – 13 11 14
  • Hotline internasional lainnya: befrienders.org

Tuchel Kritik Wasit Piala Dunia: Standar Buruk, Tapi Inggris Percaya Diri

Tuchel Murka dengan Standar Wasit Piala Dunia

Thomas Tuchel melontarkan kritik keras terhadap kualitas wasit di Piala Dunia setelah timnya meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Meksiko di Stadion Azteca, Minggu malam. Pelatih asal Jerman itu menyebut standar kepemimpinan wasit tidak dapat diandalkan dan penuh keanehan sepanjang turnamen.

Menurut Tuchel, keputusan wasit yang tidak konsisten membuat pemain tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di lapangan. Ia memperingatkan bahwa banyak tim berisiko tersingkir hanya karena keputusan wasit yang buruk. “Ini tidak cukup baik,” tegasnya. “Wasit bisa mengusir tim mana pun kapan saja. Ini benar-benar tidak konsisten dan tidak bisa diandalkan.”

Kritik Tuchel terhadap wasit Piala Dunia ini dipicu oleh beberapa insiden kontroversial dalam laga melawan Meksiko. Salah satu yang paling mencolok adalah kartu merah yang diterima bek Inggris, Jarell Quansah, setelah tekel kerasnya terhadap Jesús Gallardo. Keputusan itu diambil setelah wasit meninjau tayangan ulang atas rekomendasi Video Assistant Referee (VAR).

Kartu Merah Quansah dan Penalti Kontroversial

FA Inggris sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas kartu merah Quansah. Jika banding berhasil, Quansah bisa dihindarkan dari skorsing di perempat final melawan Norwegia di Miami pada Sabtu depan. Sebelumnya, FIFA telah memberikan preseden dengan membatalkan larangan satu pertandingan striker AS, Folarin Balogun, usai kartu merahnya melawan Bosnia-Herzegovina. Prancis juga sudah mengajukan banding untuk kartu kuning Michael Olise.

Selain kartu merah, gol kedua Meksiko juga lahir dari penalti hasil tinjauan VAR. Tuchel menilai keputusan itu tidak tepat karena kontak dalam duel bola adalah hal wajar dalam olahraga fisik seperti sepak bola. “Apakah Anda benar-benar berpikir Harry Kane saat itu berpikir ‘Oh, VAR!’? Dia hanya mengejar bola dan terjadi kontak. Ini olahraga kontak. Kita tidak bisa melihat foto diam dan langsung menyimpulkan ‘Oh, kontak, penalti’,” ujarnya.

Inkonsistensi Keputusan Wasit Menjadi Sorotan

Tuchel menyoroti bagaimana wasit sering kali tidak konsisten dalam menilai pelanggaran. Ada wasit yang membiarkan kontak fisik berlangsung, ada pula yang langsung meniup peluit. “Anda tidak memberikan pelanggaran, lalu tiba-tiba Anda memberikan kartu merah. Anda tidak memberikan pelanggaran, lalu tiba-tiba Anda memberikan penalti. Itu tidak masuk akal,” keluhnya.

Pelatih berusia 51 tahun itu juga mengkritik sikap ofisial keempat yang langsung berteriak jika ia keluar dari zona pelatih. Menurutnya, semua keputusan kecil hingga besar tidak menunjukkan level yang seharusnya ada di Piala Dunia. “Tim-tim yang disebut underdog seperti DR Kongo atau Cape Verde bermain di level tertinggi. Anda butuh wasit level tertinggi. Permainan sudah berubah drastis, tapi wasit tidak,” tambahnya.

Optimisme Inggris di Tengah Kontroversi

Meskipun kecewa dengan kepemimpinan wasit, Tuchel optimis bahwa timnya bisa melaju jauh. Kemenangan dramatis melawan Meksiko, yang memiliki rekor tangguh di Azteca, justru meningkatkan kepercayaan diri tim. “Pertandingan seperti ini hanya bisa dimenangkan dengan keyakinan, dan ini akan menambah keyakinan kami,” kata Tuchel.

Ia menekankan pendekatan bertahap: dari 32 besar, 16 besar, lalu perempat final. “Setelah perempat final, hanya ada delapan tim dan semuanya bisa menang. Kami akan tetap pada moto langkah demi langkah, pertandingan demi pertandingan,” ucapnya percaya diri.

Cedera Henderson Pukulan Berat

Satu-satunya kabar buruk bagi Inggris adalah cedera Jordan Henderson. Gelandang Brentford itu mengalami patah pergelangan tangan saat melompati papan reklame iklan dalam selebrasi kemenangan. Henderson harus menjalani operasi dan dipastikan absen di sisa turnamen. Ia sempat menginap di rumah sakit dengan didampingi staf medis tim.

Meski begitu, semangat tim tetap tinggi. Tuchel percaya bahwa Inggris memiliki keyakinan untuk menjadi juara, asalkan terus fokus dan tidak terpengaruh oleh kontroversi wasit. Dengan kritik Tuchel terhadap wasit Piala Dunia yang tajam, ia berharap FIFA dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan pertandingan di babak-babak selanjutnya.

Newcastle Rekrut Bazoumana Touré, Pemain Sayap Berpotensi Tinggi

Newcastle United resmi mendatangkan pemain sayap muda asal Pantai Gading, Bazoumana Touré, dari Hoffenheim dengan nilai transfer mencapai £43 juta. Pemain berusia 20 tahun ini menjadi rekrutan kedua Newcastle di bursa musim panas setelah kiper Ewen Jaouen dari Reims. Kehadiran Touré diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Anthony Gordon, yang hengkang ke Barcelona pada bulan Mei lalu.

Profil Bazoumana Touré dan Ambisinya di Newcastle

Touré, yang mendapat julukan “Smiling Tornado”, telah menunjukkan performa impresif di Bundesliga musim lalu. Ia tampil dalam tiga dari empat laga Pantai Gading di Piala Dunia, membuktikan kualitasnya di panggung internasional. Dalam pernyataan resminya, Bazoumana Touré mengaku sangat bersemangat bergabung dengan Newcastle dan menyebut ini sebagai mimpi yang menjadi kenyataan.

“Saya sangat, sangat bahagia berada di sini. Sejak kecil saya bermimpi bermain di Premier League untuk tim sebesar Newcastle. Saya akan memberikan yang terbaik setiap hari untuk seragam ini. Saya tidak sabar bertemu rekan setim baru dan bermain di St James’ Park untuk pertama kalinya.”

Komentar Eddie Howe: Potensi Besar yang Perlu Diasah

Manajer Newcastle, Eddie Howe, memberikan pujian tinggi kepada pemain anyarnya tersebut. Ia yakin Bazoumana Touré Newcastle memiliki langit-langit potensi yang sangat tinggi. “Kami merasa Bazoumana adalah pemain dengan langit-langit yang benar-benar tinggi. Dia seseorang yang kami yakini dapat menawarkan sesuatu yang berbeda. Dia juga memiliki banyak potensi yang perlu digali,” ujar Howe.

Kepercayaan Howe ini menunjukkan bahwa Touré tidak hanya diproyeksikan sebagai pelapis, tetapi sebagai investasi jangka panjang yang bisa menjadi andalan di sayap. Dengan kecepatan, skill dribel, dan energi yang ia miliki, Touré diharapkan mampu memberikan dimensi baru dalam serangan Newcastle.

Peran Baru di Newcastle: Menggantikan Anthony Gordon

Kepergian Anthony Gordon ke Barcelona meninggalkan celah di sisi sayap Newcastle. Bazoumana Touré diyakini menjadi kandidat utama untuk mengisi pos tersebut. Meski masih muda, pengalamannya di Bundesliga dan Piala Dunia membuatnya siap bersaing di Premier League. Para penggemar berharap ia cepat beradaptasi dengan gaya permainan Liga Inggris dan menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.

Langkah Newcastle Selanjutnya di Bursa Transfer

Selain mendatangkan Touré, Newcastle masih aktif bergerak di bursa transfer. Eddie Howe masih membutuhkan gelandang tengah pengganti Sandro Tonali yang diperkirakan bergabung ke Tottenham senilai £100 juta. Selain itu, klub juga mencari kiper utama baru. Nama James Trafford dari Manchester City menjadi prioritas, sementara gelandang Freiburg asal Swiss, Johan Manzambi, juga masuk radar. Namun, Howe sadar akan persaingan ketat untuk mendapatkan pemain incarannya.

Di sisi lain, Newcastle bertekad mempertahankan gelandang Brasil Bruno Guimarães meskipun ada minat besar dari Arsenal. Stabilitas tim menjadi kunci di tengah perubahan skuad yang cukup signifikan musim panas ini.

Dengan kedatangan Bazoumana Touré, Newcastle menunjukkan ambisi mereka untuk terus bersaing di papan atas Premier League. Pemain muda berbakat ini siap menorehkan sejarah baru di St James’ Park dan membuktikan bahwa mahar £43 juta yang dikeluarkan tidak sia-sia.