Tekanan pada Arbeloa kian meningkat setelah Fulham menelan kekalahan menyakitkan di markas Ipswich Town, yang memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka di awal Premier League musim ini menjadi enam pertandingan. Tim tamu sebenarnya tinggal beberapa menit lagi menuju kemenangan pertama, tetapi keunggulan itu sirna di penghujung laga. Hasil tersebut membuat posisi Fulham di dasar klasemen semakin tidak nyaman.
Pelatih berkebangsaan Spanyol itu merupakan mantan pelatih Real Madrid, dan ia nyaris meraih kemenangan pertamanya sebagai manajer di kompetisi ini berkat gol indah Ryan Sessegnon pada menit ke-55. Namun, Fulham justru runtuh di menit-menit akhir dengan cara yang menyedihkan. Tambahan pula, hasil seri yang diraih Tottenham di markas Manchester United membuat Fulham tergeser ke posisi paling bawah tabel.
Comeback Dramatis Ipswich di Menit Akhir
Fulham sempat mengendalikan jalannya pertandingan dan tampak berada di jalur yang tepat untuk memetik tiga poin pertama mereka musim ini. Gol Sessegnon pada menit ke-55 menjadi pembuka harapan itu, lahir dari penyelesaian yang dianggap luar biasa oleh banyak pihak. Selama lebih dari setengah jam setelahnya, tim tamu masih memegang kendali dan berusaha menjaga keunggulan mereka.
Namun, ketenangan Fulham pecah ketika Abdoul Ouattara melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 30 yard pada menit ke-88. Gol penyama kedudukan itu mengubah atmosfer pertandingan dalam sekejap dan memberi Ipswich momentum yang tidak lagi mampu dibendung lawan. Dari situ, Fulham kehilangan inisiatif dan mulai bermain bertahan demi menyelamatkan satu poin.
Pukulan pamungkas datang lewat sundulan Dara O’Shea yang menyambut tendangan bebas Jack Clarke pada menit kedua masa tambahan waktu. Gol tersebut mengunci kemenangan Ipswich dan meninggalkan Fulham dengan kekalahan yang terasa sangat berat. Kombinasi dua gol dalam kurun waktu singkat itu menunjukkan betapa rapuhnya pertahanan tim tamu ketika pertandingan memasuki fase akhir.
Fulham Terpuruk di Dasar Klasemen
Kekalahan ini merupakan yang keempat dialami Fulham di liga musim ini, dan pola masalahnya cukup konsisten. Sebelum menghadapi Ipswich, mereka tercatat selalu kebobolan setelah menit ke-75 dalam laga melawan Sunderland, Crystal Palace, dan Manchester United. Pola yang sama kembali terulang di Portman Road, sehingga keluhan tentang konsentrasi di akhir pertandingan menjadi semakin sulit dibantah.
Yang memperburuk keadaan, Fulham kini tertinggal tujuh poin dari Ipswich, tim promosi yang baru naik ke kasta teratas. Jarak sebesar itu terasa mencolok mengingat pengalaman Fulham yang sudah cukup lama berkutat di Premier League. Posisi mereka di zona degradasi pun berpotensi bertahan lebih lama jika performa di menit-menit krusial tidak segera diperbaiki.
Hasil seri Tottenham di Old Trafford menambah tekanan tersendiri bagi Fulham. Satu poin yang didapat Tottenham cukup untuk mendorong Fulham ke dasar klasemen. Situasi ini menegaskan bahwa permasalahan Fulham bukan hanya soal hasil di satu pertandingan, melainkan akumulasi dari rentetan hasil buruk di awal musim.
Tekanan pada Arbeloa Kian Memuncak
Arbeloa membantah anggapan bahwa ia tidak mampu menanggung tekanan yang mengiringi posisinya. Menurutnya, ia tidak pernah mengkhawatirkan jabatannya dan tidak merasakan ketakutan, karena seorang pelatih tidak bisa bekerja jika diliputi rasa takut. Ia menegaskan bahwa tugasnya adalah terus bekerja, mengambil keputusan, dan menunjukkan kepercayaan kepada para pemain.
Ia juga menyoroti bahwa persoalan utama bukanlah posisinya pribadi, melainkan posisi Fulham di klasemen. “Ini baru enam pertandingan, tetapi benar bahwa kami butuh poin,” ujarnya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa ia menyadari situasi timnya genting, meski enggan membicarakannya sebagai ancaman terhadap kariernya sendiri.
Arbeloa lantas menyinggung latar belakang kariernya sebagai pembanding. Ia mengingatkan bahwa ia pernah bermain dan melatih tim terbaik di dunia, sehingga tekanan sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Menurutnya, tekanan adalah hal yang normal bagi pemain, pelatih, dan siapa pun yang berada di sekitar sebuah tim, dan ia justru menyukai tantangan tersebut. Di akhir laga, ia langsung berjalan menuju terowongan setelah bersalaman dengan rekannya sesama pelatih, Gary O’Neil.
Respons Gary O’Neil dan Kekuatan Ipswich
Di sisi lain, Gary O’Neil menyampaikan nada yang jauh berbeda setelah merayakan kemenangan ketiga Ipswich musim ini. Ia mengaku bangga kepada para pemainnya dan cara mereka menyelesaikan pertandingan. Menurutnya, timnya memperlihatkan jati diri sebagai kelompok yang kompak, pekerja keras, memiliki kualitas, dan tidak pernah berhenti berusaha.
O’Neil menilai Ipswich tampil lebih bugar dibandingkan lawan, terutama pada 20 menit terakhir. Ia mengamati Fulham mulai kelelahan, sementara timnya mampu terus menekan hingga akhir. Masuknya pemain pengganti, termasuk Chuba Akpom dan Clarke, dinilainya memberi kontribusi penting dalam momen dramatis tersebut.
Pelatih Ipswich itu juga menempatkan hasil ini dalam konteks yang lebih luas. Ia mengingatkan bahwa Fulham sudah cukup lama bermain di Premier League, sehingga mampu bersaing dengan mereka seperti yang ditunjukkan di laga ini dinilai sebagai pencapaian yang mengesankan. Pujian itu sekaligus menegaskan bahwa tiga poin tersebut bukan semata keberuntungan di menit akhir.
Yang Menanti Fulham Selanjutnya
Fulham kini mengalihkan perhatian ke laga Sabtu mendatang, ketika mereka menjamu Hull di kandang sendiri. Pertandingan itu menjadi kesempatan untuk menghentikan tren buruk dan meraih kemenangan liga pertama musim ini. Namun, catatan kebobolan di menit-menit akhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum kepercayaan diri pemain tergerus lebih jauh.
Di sisi lain, hasil di Portman Road memperlihatkan bahwa tim promosi seperti Ipswich bisa memberi kejutan ketika mampu menjaga intensitas hingga peluit akhir. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi O’Neil dan skuadnya untuk menghadapi jadwal berikutnya. Sementara itu, tekanan pada Arbeloa diperkirakan tidak akan surut sebelum Fulham benar-benar mengumpulkan poin.
Kekalahan di Ipswich merangkum dua masalah utama Fulham saat ini: kesulitan mempertahankan keunggulan dan kerapnya kebobolan di fase akhir pertandingan. Arbeloa boleh saja menolak berbicara soal posisinya, tetapi kenyataannya hasil di lapangan yang akan menentukan seberapa lama ia bertahan. Laga melawan Hull menjadi ujian berikutnya yang harus dijawab Fulham dengan bukti, bukan sekadar pernyataan.
