Liverpool Tunjuk Julian Ward sebagai Direktur Olahraga

Liverpool resmi menunjuk kembali Julian Ward sebagai direktur olahraga, mengisi kursi yang ditinggalkan Richard Hughes. Ward bukan figur asing di Anfield: ia pernah menjabat posisi yang sama pada musim 2022-23, lalu menghabiskan dua tahun terakhir sebagai direktur teknis untuk Fenway Sports Group (FSG), perusahaan pemilik klub.

Langkah ini diambil saat jajaran atas Liverpool sedang bergejolak. Hughes hengkang ke Saudi Pro League setelah dua setengah tahun bekerja di Anfield, tepat ketika jendela transfer musim panas ditutup, sementara Michael Edwards yang sebelumnya menjabat chief executive of football di FSG juga meninggalkan klub pada tahun yang sama. Proses mencari pengganti Hughes sendiri dipimpin langsung oleh presiden FSG, Mike Gordon.

Julian Ward Kembali Memimpin Operasi Sepak Bola Liverpool

Penunjukan Ward menandai periode keduanya di kursi direktur olahraga, setelah ia pertama kali mengisi posisi itu pada 2022 sebagai pengganti Edwards. Pria berusia 45 tahun itu kemudian meminta mundur karena alasan pribadi hanya beberapa bulan setelah menjabat, dan FSG menyetujui permintaan tersebut.

Meski begitu, kepercayaan FSG kepadanya tidak pernah surut. Selama dua tahun terakhir, Ward bekerja sebagai direktur teknis FSG dengan pengawasan atas strategi talenta global — sebuah peran yang membuatnya terlibat dalam perekrutan sejumlah prospek muda bernilai tinggi yang didatangkan Liverpool sepanjang tahun ini.

Bagi Gordon, yang sempat kembali mengambil alih urusan harian Liverpool setelah kepergian Hughes, pengetahuan Ward soal klub dan perencanaan skuad dinilai sangat berharga. Kombinasi pemahaman internal dan pengalaman lintas divisi itulah yang membuatnya dipilih kembali untuk memimpin arah olahraga klub.

Jejak 14 Tahun Julian Ward di Anfield

Ward bukan sosok yang datang dari luar. Selama 14 tahun terakhir ia telah menempati berbagai posisi di Liverpool, naik dari level pemandu bakat hingga kursi pengambil keputusan utama. Pengalaman itu membuatnya mengenal hampir setiap sudut cara kerja klub, mulai dari pemantauan pemain di Eropa sampai penyusunan rencana jangka panjang skuad.

Berikut sejumlah peran yang pernah dijalaninya di Liverpool:

  • Manajer pemanduan bakat Eropa (European scouting manager)
  • Asisten direktur olahraga
  • Direktur olahraga (periode pertama, 2022-23)
  • Direktur teknis Fenway Sports Group (dua tahun terakhir)

Pada periode pertamanya sebagai direktur olahraga, Liverpool mendatangkan Luis Díaz, Cody Gakpo, Alexis Mac Allister, dan Darwin Núñez. Namun saat itu, setelah Edwards pergi, manajer yang menjabat kala itu, Jürgen Klopp, memiliki pengaruh lebih besar dalam menentukan transfer.

Arti Penunjukan Ini bagi Proyek Liverpool

Kembalinya Ward memberi kesinambungan di saat Liverpool sedang mengganti banyak tokoh penting di belakang layar. Alih-alih merekrut orang baru dari luar yang butuh waktu beradaptasi, klub memilih figur yang sudah memahami struktur, budaya kerja, dan kebutuhan skuad Anfield.

Ward tidak akan bekerja sendirian. Ia memimpin operasi sepak bola Liverpool bersama asisten direktur olahraga David Woodfine, chief scout Barry Hunter, dan direktur pengembangan sepak bola FSG, Pedro Marques, serta jajaran kepemimpinan senior yang berada di bawah Andoni Iraola. Susunan ini menunjukkan bahwa keputusan olahraga Liverpool kini diambil secara kolektif, bukan bergantung pada satu orang saja.

Implikasi terbesarnya terletak pada perencanaan transfer dan pembinaan skuad. Dengan rekam jejak di bidang pemanduan bakat global, Ward berada di posisi yang tepat untuk melanjutkan strategi merekrut pemain muda berkualitas sekaligus menjaga keseimbangan skuad di tengah persaingan Liga Primer Inggris yang semakin ketat.

Transisi Kepemimpinan dan Rencana Penjualan Saham Klub

Penunjukan ini juga harus dibaca dalam konteks perubahan besar di sisi kepemilikan. FSG sedang dalam proses menjual 38% saham Liverpool kepada 1892 Holdings senilai £2 miliar. Konsorsium tersebut dipimpin Amit Bhatia dan mencakup pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Menariknya, konsorsium itu memegang opsi untuk mengambil alih seluruh klub jika FSG memutuskan melepas kepemilikannya. Artinya, masa depan struktur kepemilikan Liverpool bisa berubah drastis dalam waktu dekat, dan kehadiran figur yang sudah mapan seperti Ward menjadi semacam penstabil di tengah ketidakpastian tersebut.

Selain itu, kepergian Hughes ke Saudi Pro League mengikuti tren yang lebih luas di sepak bola Eropa, di mana sejumlah nama penting di jajaran manajemen klub mulai dilirik oleh kompetisi Timur Tengah yang tengah menaikkan daya tariknya. Liverpool pun harus menyesuaikan diri dengan pasar tenaga kerja yang bergerak semakin cepat, baik di level pemain maupun staf.

Penutup

Julian Ward kembali ke Liverpool sebagai direktur olahraga di tengah gelombang perubahan yang tidak kecil: Hughes dan Edwards pergi, komposisi kepemimpinan sepak bola ditata ulang, dan FSG tengah bernegosiasi soal penjualan sebagian saham klub. Dengan pengalaman 14 tahun di Anfield serta dua tahun terakhir memimpin strategi talenta global FSG, ia dianggap sebagai sosok yang mampu menjaga kesinambungan.

Yang perlu dicermati selanjutnya adalah bagaimana keputusan transfer Liverpool diambil dalam struktur kepemimpinan yang baru, sekaligus bagaimana dinamika kepemilikan saham klub berkembang. Kombinasi keduanya akan sangat menentukan arah Anfield dalam beberapa musim ke depan.