Pekan keempat talking points WSL menyajikan sejumlah cerita yang saling bertolak belakang, mulai dari Chelsea yang menghukum Arsenal hingga Alexia Putellas yang perlahan menemukan sentuhan terbaiknya. Kemenangan 1-0 Chelsea atas Arsenal di Stamford Bridge menjadi sorotan utama karena memperlihatkan masalah klasik sang tamu: menguasai pertandingan, tetapi gagal memaksimalkan peluang.
Selain laga tersebut, para rekrutan anyar di Liverpool dan Tottenham juga mencuri perhatian, sementara Manchester United bangkit dari awal musim yang rumit. Di sisi lain, Birmingham City masih mencari kemenangan pertamanya meski penyerangnya memimpin daftar top skor. Berikut rangkuman lengkapnya.
Chelsea Menghukum Arsenal yang Boros Peluang
Arsenal meninggalkan Stamford Bridge dengan pertanyaan besar yang akan terus menghantui pelatih kepala Renée Slegers dalam beberapa hari ke depan. Tim tamu sebenarnya mampu menekan Chelsea cukup lama, tetapi dari 18 tembakan yang dilepaskan, hanya dua yang benar-benar mengarah ke gawang. Ketidakmampuan menyelesaikan peluang itulah yang menjadi akar kekalahan tipis 1-0 mereka.
Masalah serupa sudah beberapa kali muncul sepanjang musim ini. Arsenal mendominasi babak awal, tetapi sembilan percobaan mereka di paruh pertama tidak satu pun menyulitkan kiper Hannah Hampton. Sebaliknya, Chelsea jauh lebih efisien dengan lima dari delapan tembakan tepat sasaran, dan Alyssa Thompson mencetak gol tak lama sebelum turun minum.
Slegers mengaku berusaha melindungi para pemainnya dari tekanan berlebih karena ia yakin mereka punya kemampuan menyelesaikan peluang. “Saya ingin menjauhkannya dari para pemain karena mereka bisa mencetak gol dan bisa menyelesaikannya, dan mereka akan mendapat hasil dari kerja keras mereka,” ujarnya. Namun dengan hasil seperti ini, solusi tetap dituntut hadir secepat mungkin.
Putellas Mulai Menemukan Irama di London City Lionesses
Terlihat kelegaan besar pada diri Alexia Putellas ketika bola melewati kiper Brighton, Chiamaka Nnadozie, sebelum ia berbalik menyapa penonton untuk merayakannya. Pemain Spanyol itu memang memikul ekspektasi tinggi sejak bergabung dengan London City Lionesses pada Juli lalu, dan butuh waktu baginya untuk beradaptasi. Kemenangan 2-0 atas Brighton menjadi penampilan terbaiknya sejauh ini.
Dalam laga tersebut, Putellas mulai mendikte permainan dari area tengah dan menjadi pemain yang menciptakan peluang terbanyak. Golnya memberi tim asuhan Eder Maestre bahan bakar untuk terus membangun permainan, seiring progres yang mereka tunjukkan dari pekan ke pekan.
Di kubu seberang, Brighton masih tampak menjanjikan pada beberapa momen, tetapi kesulitan menciptakan peluang berarti. Masalah inti mereka adalah minimnya variasi dalam menyerang, ditambah absennya penyerang murni yang sudah berlangsung hampir setahun dan jelas menghambat performa tim.
Liverpool dan Tottenham Panen dari Rekrutan Anyar
Liverpool sepertinya melakukan langkah cerdas dengan merekrut Natalia Ramos dari Tenerife pada Agustus lalu. Gelandang Spanyol itu menghibur penonton Anfield pada Minggu dengan permainan penuh kreativitas dan energi, termasuk eksekusi bola mati yang mematikan. Salah satu umpannya bahkan menjadi assist untuk gol pembuka dalam kemenangan 2-0 mereka.
Setelah delapan tahun memperkuat Tenerife, Ramos cepat menjadi favorit penggemar di Liverpool. Pelatih kepala Gareth Taylor menilai kepribadiannya menjadi nilai tambah besar bagi skuad. “Ia membawa kepribadian yang luar biasa,” kata Taylor. “Saya bisa membayangkan orang menikmati menonton Natalia bermain karena ia sangat rendah hati dan terbuka untuk belajar, bahkan di usia 27 tahun.”
Taylor menyebut Ramos sebagai sinar matahari yang masuk ke dalam kelompok ini karena sangat peduli, jujur, dan terbuka. Menurutnya, Ramos adalah rekan setim yang brilian, dan penilaian itu tercermin dari kontribusinya di lapangan.
Sementara itu, Victoria Pelova mulai tampil seperti pemain yang selama ini diharapkan Tottenham. Gelandang itu mencetak dua gol ke gawang Crystal Palace sepekan sebelumnya, kemudian menambah dua gol lagi dalam kemenangan 4-0 atas Aston Villa. Pengaruhnya tidak berhenti pada gol semata, karena pergerakan dan pressing-nya turut membantu Spurs menjaga dominasi permainan.
Spurs melepas 15 tembakan di babak pertama tanpa satu pun berbuah gol, tetapi baru menemukan ketajaman setelah jeda. Pelatih kepala Martin Ho menyebut Pelova sebagai penentu nada permainan tim, sekaligus memuji sikap dan mentalitasnya di bawah tekanan. Kepercayaan dirinya tampak kembali, dan Ho menilai kebebasan yang diberikan pemain di sekelilingnya membuat versi terbaik Pelova mulai muncul.
Manchester United Bangkit, Charlton dan Birmingham Bertarung
Manchester United menikmati kemenangan 10-1 atas Sheffield United pada Rabu lalu di Subway Players Cup, yang menjadi kemenangan pertama mereka sejak Maret. Hasil itu tampaknya membantu mereka bermain dengan kepercayaan diri jauh lebih besar pada Minggu dibandingkan laga-laga liga sebelumnya. Bagi sebagian tim, jadwal tengah pekan bisa menjadi beban, tetapi bagi United momentum itu datang di waktu yang tepat setelah awal musim yang rumit, dan mereka terlihat menikmati bermain bersama saat mengalahkan West Ham 2-1 dalam laga ketat.
West Ham kini mencatat tujuh kekalahan beruntun di liga saat bertandang ke markas United. Bagi Eva Olid, hasil tersebut menjadi kemenangan liga pertamanya di Inggris, sebuah tonggak penting dalam perjalanannya. Meski laga berjalan ketat, tiga poin itu menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga berikutnya.
Sabtu membawa kekalahan keempat beruntun Charlton di musim WSL ini, tetapi mereka mungkin pulang dengan kepercayaan diri baru setelah menghadapi Manchester City. Meski kalah 1-0 dari sang juara, mereka membuktikan punya daya juang lebih besar dari dugaan. Pelatih kepala Karen Hills sebelumnya meminta timnya tampil berani dan kembali ke dasar-dasar pertahanan yang mengantar mereka promosi.
Charlton hanya menguasai 25 persen bola, tetapi kedisiplinan bertahan, struktur saat tidak menguasai bola, dan kesediaan mengeluarkan seluruh tenaga terlihat jelas. “Saya sangat bangga pada mereka,” kata Hills. “Saya rasa para pemain menerima apa yang saya minta, dan mereka menjalankannya serta mengeksekusinya sebaik yang mereka bisa.”
Océane Hurtré naik ke puncak bersama dalam perburuan Sepatu Emas WSL berkat dua gol fantastis untuk Birmingham melawan Crystal Palace. Pemain berusia 22 tahun itu mencetak gol pada menit pertama lewat sepakan melengkung menggunakan sisi luar kaki kirinya, lalu menambah gol lagi dari sudut sempit pada menit ke-33. Tambahan itu membawanya ke empat gol, menyamai Pelova dan penyerang Manchester City, Khadija Shaw, meski Birmingham belum memenangi satu laga pun.
Birmingham dua kali membuang keunggulan sebelum akhirnya menyamakan kedudukan lewat gol telat dalam laga kandang yang berakhir 3-3 pada Minggu. Hurtré mengakui laga itu tidak mudah, tetapi menegaskan timnya ingin menang. “Crystal Palace mencetak gol untuk membuat kedudukan 3-2 dan kami bangkit, jadi ini hal yang positif,” ujarnya.
Peta Persaingan dan Talking Points WSL Terkini
Setelah empat pekan bergulir, Manchester City masih memimpin klasemen dengan 12 poin dan selisih gol delapan. Tottenham menempel di posisi kedua dengan 10 poin serta selisih gol terbaik di antara para pesaing, yaitu 13. Chelsea juga mengoleksi 10 poin, sementara London City Lionesses berada di posisi keempat dengan sembilan poin.
| Pos | Klub | Main | Selisih Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Manchester City Women | 4 | 8 | 12 |
| 2 | Tottenham Hotspur Women | 4 | 13 | 10 |
| 3 | Chelsea Women | 4 | 8 | 10 |
| 4 | London City Lionesses | 4 | 5 | 9 |
| 5 | Liverpool Women | 4 | 4 | 7 |
| 6 | Everton Women | 4 | -1 | 6 |
| 7 | Arsenal Women | 4 | 0 | 5 |
| 8 | Crystal Palace Women | 4 | -6 | 5 |
| 9 | Manchester United Women | 4 | -5 | 4 |
| 10 | West Ham Women | 4 | -3 | 3 |
| 11 | Brighton & Hove Albion Women | 4 | -3 | 2 |
| 12 | Birmingham City Women | 4 | -4 | 2 |
| 13 | Aston Villa Women | 4 | -7 | 2 |
| 14 | Charlton Women | 4 | -9 | 0 |
Arsenal harus puas berada di posisi ketujuh dengan lima poin, tertinggal dari Liverpool dan Everton yang menempati posisi lima dan enam. Di dasar klasemen, Charlton belum mengumpulkan poin sama sekali setelah empat kekalahan beruntun, sementara Birmingham, Brighton, dan Aston Villa baru mengoleksi dua poin.
Menariknya, Birmingham yang belum menang justru punya penyerang yang setara dengan pemain Manchester City di daftar top skor. Kondisi ini memperlihatkan bahwa masalah mereka lebih terletak pada konsistensi menjaga keunggulan, bukan pada kemampuan mencetak gol.
Dari rangkaian laga ini, satu benang merah yang menonjol adalah pentingnya ketajaman di depan gawang. Arsenal menguasai pertandingan tetapi pulang tanpa poin, sementara Chelsea, Liverpool, dan Tottenham membuktikan bahwa efisiensi di momen-momen krusial jauh lebih menentukan hasil akhir. Bagi tim-tim papan atas, kemampuan mengubah dominasi menjadi gol akan menjadi penentu arah persaingan musim ini.
Di sisi lain, kebangkitan Manchester United serta kemunculan nama-nama seperti Putellas, Ramos, dan Hurtré menunjukkan bahwa peta persaingan talking points WSL musim ini masih sangat terbuka. Dengan jadwal yang padat, setiap tim dituntut segera menemukan solusi sebelum jarak di klasemen melebar dan posisi mereka semakin sulit dikejar.
