Pelatih Wales, Craig Bellamy, menuntut perbaikan besar dari anak asuhnya menjelang laga Wales vs Norwegia di Cardiff, Kamis, setelah penampilan mereka dinilai nyaris tak bisa dikenali saat kalah dari Denmark. Ia menegaskan bahwa timnya wajib tampil jauh lebih rapi jika ingin menahan gempuran Norwegia yang sedang dalam tren menanjak.
Laga di Cardiff City Stadium menjadi peluang emas bagi Wales untuk memetik kemenangan pertama sejak November lalu, sekaligus kemenangan perdana setelah promosi ke Liga Bangsa-Bangsa (Nations League) Grup A. Tekanan pun terasa lebih besar karena Norwegia datang membawa modal kepercayaan diri tinggi. Bellamy sadar betul bahwa laga ini bukan sekadar pertandingan biasa bagi skuadnya.
Bellamy Akui Wales Tampil Buruk di Kopenhagen
Bellamy tidak berusaha menyembunyikan kekecewaannya terhadap performa timnya saat bertandang ke Kopenhagen pada akhir pekan. Ia mengaku tidak mengenali gaya permainan anak asuhnya dan menilai sumber masalahnya justru ada pada dirinya sendiri sebagai pelatih. Menurutnya, penampilan itu jauh dari standar yang ia harapkan.
Pelatih asal Wales tersebut menilai skuadnya tampak kehilangan arah dan terjebak di antara dua pendekatan permainan. Ia menyebut kondisi itu sebagai cerminan dari kelemahannya dalam menyiapkan tim. Karena itu, ia berkomitmen memperbaiki diri sekaligus membenahi permainan kolektif skuadnya.
“Saya tidak mengenali apa pun dari kami dalam pertandingan itu dan itu berat,” ujar Bellamy. “Saya ingin kami berkembang sebagai tim dan saya juga ingin berkembang.” Ia menegaskan bahwa perbaikan harus dimulai dari dirinya sendiri sebelum menuntut lebih dari para pemain.
Norwegia Sedang di Puncak Kebangkitan
Bellamy justru melontarkan pujian tinggi kepada Norwegia dan pelatih Ståle Solbakken. Ia menyebut tim Skandinavia itu tengah melesat dan akan terus melaju, terutama karena deretan pemain muda yang terus bermunculan. Bahkan, mereka disebutnya sudah membuktikan kualitas dengan menembus perempat final Piala Dunia sebagai bukti besarnya talenta yang dimiliki.
Ia juga menyoroti keberadaan dua klub Norwegia, yaitu Bodø/Glimt dan Viking, yang tampil di Liga Champions. Menurut Bellamy, pencapaian itu akan dianggap sebagai keajaiban beberapa tahun silam. Hal tersebut, katanya, menunjukkan kedalaman sekaligus kualitas sepak bola Norwegia saat ini.
Bellamy lantas menyebut nama Sander Berge, Martin Ødegaard, dan Erling Haaland yang dikenal sebagai sahabat dekat. Ketiganya disebut telah menyiapkan generasi penerus karena anak laki-laki mereka lahir dalam rentang beberapa bulan saja. “Kami semua dalam masalah,” kelakarnya kepada media Norwegia.
Haaland Tak Terganggu, Ajer Memberi Pujian
Bek Brentford, Kristoffer Ajer, menegaskan bahwa Haaland tetap menunjukkan kepribadian yang sama di tengah riuh kabar seputar Manchester City. Klub tersebut sebelumnya dinyatakan bersalah melanggar aturan keuangan Liga Premier selama sembilan tahun. Meski sorotan mengarah ke klubnya, sikap Haaland disebut tak berubah sedikit pun.
Ajer mengaku sudah mengenal Haaland sejak lama dan selalu menilainya sebagai sosok yang membawa energi serta kegembiraan bagi grup. Ia menyebut penyerang itu tetap sama seperti saat pertama kali mereka bertemu, meski kini menjadi bintang terbesar di dunia. “Dia persis sama beberapa hari terakhir, dan itu bukan kejutan bagi saya,” katanya.
Solbakken, yang telah menangani Norwegia selama enam tahun terakhir, menyatakan bahwa kondisi Haaland baik-baik saja. Ia menilai putusan terhadap Manchester City tidak mengganggu fokus pemainnya. “Dia sangat bagus, mencetak gol,” ujar Solbakken, seraya menyebut catatan tiga gol dalam dua laga terakhir sebagai bukti ketajamannya.
Konteks Lebih Luas dan Kondisi Ødegaard
Bellamy tidak memperkirakan Haaland akan terganggu situasi klubnya saat tampil di Cardiff City Stadium. Ia menyebut penyerang itu sebagai “mesin” dan memuji rekornya di level internasional. Menurutnya, siapa pun yang mencintai sepak bola wajib menghargai kualitas yang dimiliki Haaland.
Ia bahkan menganalogikan Haaland dengan fenomena Jonah Lomu di dunia rugby. “Ingat faktor Jonah Lomu? Saat ini kita sedang melewati faktor Haaland,” ujarnya, menggambarkan sosok yang mampu mengubah cara orang memandang sebuah cabang olahraga. Bagi Bellamy, pemain seperti itu muncul hanya pada momen tertentu.
Sementara itu, Ødegaard diragukan tampil setelah mendapat tekel buruk dari Bernardo Silva saat Norwegia kalah 2-1 dari Portugal. Solbakken menyebut kapten Arsenal itu kemungkinan akan menguji kondisinya menjelang sesi latihan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pemainnya tetap dibawa karena masih menyimpan peluang untuk bermain.
Apa Artinya bagi Kedua Tim
Bagi Wales, laga ini menjadi ujian mental sekaligus kesempatan membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di level Grup A Liga Bangsa-Bangsa. Kekalahan dari Denmark menyisakan pekerjaan rumah besar, terutama soal kejelasan pola permainan. Bellamy dituntut segera menemukan formula yang tepat agar timnya tidak kembali kehilangan identitas.
Di sisi lain, Norwegia datang dengan modal kepercayaan diri yang tinggi dan kedalaman skuad yang semakin matang. Ancaman mereka tidak hanya datang dari Haaland, tetapi juga dari kualitas generasi muda yang terus disiapkan. Kondisi Ødegaard yang belum pasti menjadi satu-satunya tanda tanya dalam persiapan mereka.
Pertemuan kedua tim pun menjadi gambaran pertarungan antara tim yang tengah mencari jati diri dan tim yang sedang menikmati masa keemasan. Hasil di Cardiff akan menjadi indikator penting arah perjalanan masing-masing kesebelasan ke depan.
Secara keseluruhan, laga Wales vs Norwegia menjadi momen krusial bagi Bellamy untuk membuktikan bahwa kekalahan dari Denmark hanyalah sebuah kesalahan sesaat. Ia sadar timnya harus tampil jauh lebih jelas dan disiplin jika ingin menghentikan laju Norwegia yang tengah melesat. Di sisi lain, Norwegia berpeluang mempertegas posisinya sebagai kekuatan baru yang siap mengguncang peta persaingan sepak bola Eropa.
Dengan ancaman Haaland yang disebut-sebut sebagai fenomena besar dan kondisi Ødegaard yang masih diragukan, laga di Cardiff City Stadium menjanjikan duel yang sengit. Bagi kedua tim, pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, melainkan juga soal siapa yang lebih siap melangkah lebih jauh di kompetisi ini.
